Home Hukum dan Kriminal Sidang Kecelakaan Karambol di Silayur, Sopir Truk Mengaku Rem Tak Berfungsi

Sidang Kecelakaan Karambol di Silayur, Sopir Truk Mengaku Rem Tak Berfungsi

609
BERI KESAKSIAN: Sejumlah saksi memberikan kesaksian dalam sidang di Pengadilan Negeri Semarang.

SEMARANG, 22/2 (BeritaJateng.net) – Sopir truk muatan scaffolding BG-8485-HB, Apudin (49) mengaku kendaraan yang dikemudikan remnya tidak berfungsi sehingga menabrak mobil dan motor di kawasan Silayur, Ngaliyan pada Selasa, 29 November 2016 sekitar jam 12.15, tepatnya di sebelah utara Rumah Sakit Permata Medika. Akibatnya, truk menabrak 10 mobil dan tiga motor yang berada di lokasi kejadian.

Hal itu diungkapkan terdakwa Apudin saat memberikan kesaksian dalam sidang di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (21/2).

Apudin didakwa melakukan perbuatan sebagaimana pasal 310 ayat 4, 3, 1 Undang-Undang (UU) Nomor 22/ 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan oleh jaksa dari Kejari Semarang Erika.

“Rem truk tak berfungsi, muatan truk jenis fuso itu idealnya enam hingga delapan ton tapi diisi 13 ton,” kata Apudin.

Terdakwa juga menegaskan, perkara ini murni kecelakaan. Saat menyetir, ia tidak sedang berada dalam pengaruh narkoba. Kecelakaan ini menewaskan, Yuni Purnamasari (43), pengendara motor yang merupakan warga Bukit Silayur, Ngaliyan.

Saksi Sugiman, suami dari Yuni juga dihadirkan sebagai saksi. Menurut Sugiman, isterinya yang menyambi kerja antar jemput sekolah itu semula hendak menjemput anak tetangganya.

Di sisi lain, saksi Subali mengaku merugi Rp 57 juta karena mobil Toyota Innova miliknya rusak.  (WR/EL)