Home Kesehatan Sidak Kantor Dinas Kesehatan, Hendi: Utamakan Jamkesmaskot Bagi yang Urgent

Sidak Kantor Dinas Kesehatan, Hendi: Utamakan Jamkesmaskot Bagi yang Urgent

106
0
Sidak kantor Dinas Kesehatan, Walikota Semarang Hendrar Prihadi meminta pendaftar jaminan kesehatan diutamakan yang benar-benar urgent dan membutuhkan untuk berobat.
         Semarang, 2/11 (BeritaJateng.net) – Mendengar keluhan warga yang tidak puas dengan pelayanan pendaftaran Jaminan Kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Semarang, Kamis (02/11/2017) Walikota Semarang Hendrar Prihadi pun mengecek langsung kelokasi terkait pelayanan yang diberikan.
         Kedatangan Walikota di Kantor yang terletak di Jalan Pandanaran membuat warga yang ada di loket pendaftaran peserta Jaminan Kesehatan Universal Health Coverage (UHC) semakin riuh.
          Keriuhan warga ini untuk menyampaikan sejumlah keluhan, mulai dari proses pendaftaran yang tidak ideal yang menyebabkan antrian panjang hingga adanya informasi terkait batas maksimal pendaftaran program jaminan kesehatan dari pemerintah kota semarang ini.
          Satu persatu Walikota pun memberikan jawaban atas pertanyaan warga, mengingat banyak sekali warga yang mengerubungi orang no satu dikota Semarang itu. Setelah beberapa saat Walikota pun meminta agar warga yang tidak sakit diminta untuk pulang sekaligus menampik adanya batasan waktu bagi pendaftaran program UHC ini.
         “Kita utamakan yang sakit dulu ya. Yang tidak sakit silahkan pulang. Program ini tidak ada batasan waktu untuk pendaftarannya. Jadi kalau yang masih sehat silahkan pulang saja. Bagi yang sakit saja yang akan dilayani,” tegas Walikota ditengah antrian warga.
          Selanjutnya, kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Widoyono, Walikota Semarang Hendrar Prihadi meminta harus ada sejumlah perbaikan untuk pelayanan pendaftaran kepada warga.
          Hendi sapaan akrab Walikota Sematang, meminta harus ada speaker atau pengeras suara untuk memanggil dan memberikan informasi kepada warga yang akan melakukan pendaftaran.
           “Selain itu perlu adanya sosialisasi secara masif tentang program UHC ini, bahwa tidak ada batasan waktu pendaftaran bagi warga, dan program Jaminan kepada masyarakat ini juga tercover seumur hidup,” pinta Hendi. (Bj/El)