Home News Update Sibagus Berkomitmen Tak Akan Gusur Pemukiman Warga

Sibagus Berkomitmen Tak Akan Gusur Pemukiman Warga

SibAgus saat meresmikan posko di kelurahan Miroto
SibAgus saat meresmikan posko di kelurahan Miroto
SibAgus saat meresmikan posko di kelurahan Miroto

Semarang, 8/9 (BeritaJateng.net) – Pasangan Sigit Ibnugroho Sarasprono-Agus Sutyoso (SiBagus) berkomitmen untuk tidak melakukan penggusuran pemukiman warga meski untuk kepentingan pembangunan Kota Semarang.

“Kami akan menghindari segala bentuk penggusuran rumah-rumah warga, apalagi untuk kepentingan pengusaha,” kata calon wali kota Semarang Sigit Ibnugroho Sarasprono di Semarang, Senin.

Hal tersebut diungkapkan Sigit saat meresmikan Posko Pemenangan SiBagus Untuk Pilwakot Semarang di Kelurahan Miroto, Semarang Tengah, didampingi calon wakil wali kota pendampingnya, Agus Sutyoso.

SiBagus diusung oleh koalisi tiga partai politik, yakni Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Golkar pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2015.

Ketegasan untuk tidak melakukan penggusuran disampaikan Sigit di hadapan warga menjawab pertanyaan salah satu warga Kelurahan Miroto yang khawatir permukimannya akan tergusur oleh pembangunan.

Kekhawatiran itu disampaikan warga menyusul sejumlah perkampungan di Kota Semarang yang sudah “hilang” terlebih dahulu terkena penggusuran, seperti Kampung Petempen dan Sukolilo.

Sigit yang juga Ketua Prabowo Centre Semarang itu menegaskan sama sekali tidak menyetujui penggusuran permukiman dan akan menghindari segala bentuk penggusuran untuk kepentingan bisnis.

Meski demikian, ia tidak menolak kehadiran investor yang misalnya akan membeli lahan warga, tetapi harus diselesaikan dengan ganti untung sesuai dengan kesepakatan dengan warga setempat.

“Kalau innvestor, misalnya, mau ganti untung, ‘monggo’. Akan tetapi, kalau ganti rugi, apalagi dengan campur tangan pemerintah jelas tidak ‘fair’. Saya sangat tidak setuju,” katanya.

Untuk permukiman-permukiman yang selama ini terkesan kumuh, Sigit mengatakan memang perlu dilakukan penataan, apalagi di Kelurahan Miroto yang strategis karena berada di pusat kota.

“Di sini (Kelurahan Miroto, red.) kan ada Kali Semarang yang membelah Kota Semarang. Kalau sungainya kotor seperti ini bagaimana? Ini kan wajah Kota Semarang. Harus bersih dan nyaman,” pungkasnya. (Bj)