Home Lintas Jateng Siapkan Rp 6 Miliar Sulap Balai Benih Mijen Semarang Jadi Tempat Eduwisata

Siapkan Rp 6 Miliar Sulap Balai Benih Mijen Semarang Jadi Tempat Eduwisata

666
0
Walikota dan wakil walikota Semarang mengikuti lomba mancing asyik Semarang hebat yang digelar Forwakot.
                Semarang, 1/5 (BeritaJateng.net) – Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Semarang membutuhkan kurang lebih Rp 6 miliar untuk menyulap Balai Benih Ikan (BBI) di Mijen Kota Semarang. Lahan seluas 2 hektare itu bakal dikonsep multifungsi. Selain tetap berfungsi sebagai pusat balai benih, tempat ini digadang-gadang bakal menjadi salah satu destinasi eduwisata di Kota Semarang dengan dilengkapi fasilitas pemancingan yang asri dan wahana bermain untuk anak.
              Dinas Perikanan dan Kelautan juga bekerjasama dengan Dinas Pertanian untuk sinergi mengembangkan tempat ini menjadi wisata pendidikan. Selain tetap untuk pusat balai benih ikan dan tempat penelitian budidaya ikan bagi para mahasiswa, nantinya juga disediakan fasilitas sawah dan kebun untuk pusat pembibitan berbagai tanaman hias. Sehingga nantinya pengunjung, terutama para orang tua mengajak anak-anaknya, bisa menikmati liburan asyik sekaligus menikmati pengetahuan budidaya ikan dan pembibitan tanaman hias.
              Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang I Gusti Made Agung, mengatakan pihaknya menganggarkan Rp 5 miliar untuk menyulap Balai Benih Ikan tersebut. “DED (Detail Engineering Design sudah ada, tapi ada perubahan. Di antaranya pengembangan lokasi, terutama untuk fasilitas kolam pemancingan. 2018 sudah kami anggarkan Rp 5 miliar untuk menambah kolam-kolam. Selain itu kami juga meminta bantuan pemerintah pusat diperkirakan Rp 1 miliar,” kata Made usai acara mancing asyik bersama SKPD Pemerintah Kota Semarang dan Forum Wartawan Balai Kota Semarang di Balai Benih Mijen Kota Semarang, Minggu (30/4).
               Dia menilai, balai benih tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan karena letaknya strategis. Tentu, kata dia, ini mendukung pengembangan Kota Semarang ini yang saat ini harus banyak menciptakan tempat destinasi wisata baru. “Balai benih ini akan menjadi destinasi wisata tanpa menghilangkan fungsi balai benih. Kami akan menambah berbagai fasilitas pendukung yang lebih asri, misalnya kolam pemancingan gazebo-gazebo, maupun fasilitas lainnya,” katanya.
              Pihaknya akan mengonsep balai benih itu menjadi salah satu tempat eduwisata. Sehingga tempat ini nantinya bisa menjadi salah satu pilihan tujuan wisata, terutama bagi para orang tua yang mengajak anak-anaknya. Menikmati liburan sekaligus memberikan pendidikan. “Kami juga akan bekerjasama dengan Dinas Pertanian, bagaimanapun balai benih ini berdekatan dengan pertanian sehingga perlu terintegrasi. Nanti ada sawah dan kebun, bibit tanaman hias, anggrek dan lain-lain. Sehingga ini menjadi jenis eduwisata untuk anak-anak tentang proses pembibitan, pembenihan, hingga pembesaran,” katanya.
              Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi kegiatan mancing yang digelar oleh Forwakot Semarang. Tentunya kegiatan tersebut turut menyosialisasikan dan mempromosikan balai benih. “Kami sebaliknya juga meminta kepada BBI untuk membuat tempat ini agar lebih bagus. Misalnya, agar bisa bekerjasama dengan Dinas PU untuk meratakan tanah agar lebih rapi. Tentunya kemudian diberikan fasilitas-fasilitas pendukung seperti gazebo, restoran, fasilitas pemancingan seperti tempat membakar ikan. Kalau perlu playground dan kolam renang anak. Sehingga betul-betul sebagai tempat wisata. Kalau sekarang bentuknya masih sebatas tempat balai saja,” katanya.
               Menurutnya, balai benih di Mijen ini memiliki potensi besar untuk dijadikan tempat wisata. Maka dari itu, ke depan agar lebih matang dalam mengonsep tempat ini. “Pak Wali Kota juga sudah memberikan arahan, agar tempat ini lebih ijo royo-royo. Saya yakin bisa, sebenarnya bisa dikerjasamakan dengan Corporate Social Responsibility (CSR),” pungkas Ita. (EL)