Home Ekbis Shopee Indonesia Edukasi Bisnis Online Pengrajin Bambu Yogyakarta   

Shopee Indonesia Edukasi Bisnis Online Pengrajin Bambu Yogyakarta   

20
0
Shopee Indonesia Edukasi Bisnis Online Pengrajin Bambu Yogyakarta   
         Yogyakarta, 4/10 (BeritaJateng.net) – Sebagai kelanjutan dari program CSR “Shopee Untuk Negeri”, Shopee, perusahaan e-commerce terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan, menyelenggarakan sesi edukasi bisnis online untuk pengrajin bambu Yogyakarta yang tergabung dalam Komunitas Pringgadani di Desa Muntuk, Bantul, Yogyakarta.
           Sesi ini diharapkan dapat melengkapi keterampilan dan pengetahuan pengusaha lokal dalam meningkatkan penjualan mereka, khususnya selama kampanye 10.10 Big Mobile Shopping Day, sebagai festival belanja online melalui ponsel terbesar di Indonesia.
         Chris Feng, CEO Shopee mengatakan, “Shopee berkomitmen untuk mendukung komunitas lokal di Indonesia, seperti Komunitas Pringgadani, melalui bantuan finansial dan sesi edukasi bisnis. Kami berharap dapat terus menginspirasi pengusaha lokal di seluruh Indonesia dan membantu mereka dalam mengembangkan bisnis online-nya, meningkatkan pendapatan, hingga menikmati kehidupan yang lebih baik.”
         Salah satu tantangan utama yang sering dihadapi Komunitas Pringgadani adalah kesulitan dalam mengembangkan bisnis mereka dalam platform online, diantaranya dalam mendapatkan keterampilan teknis dan pengetahuan mengenai bisnis online; serta bagaimana mengubah strategi bisnis mereka menyesuaikan dengan industri e-commerce. Sesi ini difokuskan untuk mengatasi beragam tantangan ini, dengan memberikan pengenalan terhadap keterampilan dan strategi yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis online secara efektif.
          Peserta dibekali informasi terkait dasar-dasar pemasaran produk secara online, manajemen toko, serta terlibat langsung dalam sesi praktek fotografi, dimana mereka diajarkan untuk menggunakan teknik white box, untuk mendapatkan hasil foto produk yang terlihat profesional.
           Solahudin, Project Manager Bumi Pemuda Rahayu menambahkan, “Kami sangat bersemangat untuk mempelajari beragam teknik yang dapat kami gunakan untuk mempromosikan produk kami lebih baik lagi. Saat ini, semua produk kami dijual dengan sistem pemesanan dan mengandalkan metode promosi dari mulut-ke-mulut. Berkat Shopee, kini kami dapat membangun bisnis online dan tentunya, kami berharap dapat menjangkau pasar yang lebih luas ke seluruh wilayah Indonesia.”
           Komitmen Shopee Indonesia untuk mendukung pengembangan pengusaha lokal dapat dilihat melalui investasi Rp100 Miliar yang dicanangkan sejak tahun 2016, dan telah digunakan untuk pembiayaan beragam inisiatif terkait isu ini, termasuk kolaborasi Shopee dengan Komunitas Pringgadani yang merupakan bagian dari program CSR Shopee Indonesia.
           Selain Komunitas Pringgadani, Shopee Indonesia juga telah berkolaborasi dengan mitra strategis lainnya untuk mendukung pengusaha lokal. Sejak awal tahun 2017, Shopee Indonesia telah bekerja sama dengan JNE untuk menggelar program Roadshow Kampus Shopee di 13 kota seluruh Indonesia. Sesi edukasi di Yogyakarta, sebagai salah satu kota yang dikunjungi pada September lalu,  sukses dihadiri oleh lebih dari 100 pengusaha lokal, untuk mempelajari teknik pengelolaan bisnis online.
        Tak hanya itu, Shopee Indonesia juga berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, untuk mendukung program edukasi bisnis “UKM Goes Online” di Sukabumi dan Pare-Pare, yang dihadiri oleh total peserta mencapai lebih dari 250 orang.
         Sejalan dengan target pemerintah Indonesia untuk mengubah jutaan bisnis UKM lokal ke ranah online pada tahun 2019, Shopee Indonesia berharap dapat secara konsisten menginspirasi lebih banyak pengusaha lokal untuk membangun bisnis online-nya, dan mendorong pertumbuhan industri e-commerce di Indonesia.
        “Perkembangan bisnis pengusaha lokal telah menjadi salah satu fokus utama Shopee Indonesia; sebagai perwujudan komitmen kami untuk berbagi dengan masyarakat Indonesia. Kami ingin membantu pengusaha lokal dengan berbagi pengetahuan, dukungan, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk membantu mereka mengembangkan bisnisnya,” tutup Chris. (Bj/el)