Home Hiburan Setos, Wahana Wisata Baru di Kota Semarang

Setos, Wahana Wisata Baru di Kota Semarang

6117

image

Semarang, 4/6 (BeritaJateng.net) – Kehadiran Semarang Town Square (Setos) sebagai wahana wisata baru yang menawarkan berbagai permainan kian meramaikan sektor pariwisata di Kota Semarang.

“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang lain di Kota Semarang,” kata Owner Setos Setyawan di sela ‘morning tea’ yang digelar Komunitas Penggiat Wisata Kota Semarang di Semarang, Kamis (4/6).

Menurut dia, setidaknya ada 16 wahana permainan yang dihadirkan Setos dan setiap dua tahun sekali akan diganti dengan wahana baru agar para pengunjung tidak merasa bosan dan jenuh.

Ada pula bioskop 5 D (lima dimensi) yang cukup canggih yang bisa dinikmati masyarakat Kota Semarang, kata dia, sebab selama ini hanya dapat dijumpai di kota-kota metropolitan.

“Setos memiliki eskalator terpanjang di Indonesia. Bahkan, Asia Tenggara. Eskalator ini membentang dari lantai dasar hingga lantai lima dengan panjang 39 meter dan tinggi 19 meter,” katanya.

Setyawan menyebutkan harga tiket masuk ke wahana permainan “indoor” itu hanya sebesar Rp50 ribu/orang untuk hari-hari biasa, sementara khusus akhir pekan tiketnya seharga Rp100 ribu/orang.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Laser Narendro menyambut baik kehadiran Setos sebagai objek wisata baru yang diharapkan semakin menyemarakkan pariwisata di Kota Semarang. “Ini (Setos, red.) menambah banyak destinasi wisata di kota ini. Apalagi, Semarang kan belum punya wahana permainan ‘indoor’ di dalam mal seperti itu,” kata politikus Partai Demokrat itu.

Kehadiran Setos yang menjadi bagian Hotel dan Apartemen MG Suites, kata dia, akan diserbu banyak warga Semarang yang merindukan wahana permainan menarik yang ditawarkan destinasi itu.

“Daripada harus ke Bandung, Jakarta, atau mungkin Singapura, masyarakat Kota Semarang pasti akan memilih ke sini (Setos, red.). Banyak wahana permainan yang menantang adrenalin,” katanya.

Koordinator Komunitas Penggiat Wisata Kota Semarang Nurul Wahid menambahkan kegiatan ‘morning tea’ rutin digelar setiap bulan sekali untuk mempertemukan pelaku wisata dan pihak terkait.

“Kami pertemukan para pelaku usaha wisata, seperti hotel, restoran, pengelola objek wisata, bersama media dan dinas terkait untuk membahas tentang isu-isu wisata terbaru,”pungkasnya. (BJ05)