Home Ekbis Setelah 16 Tahun Terhenti, Bawang Putih Brebes Kembali Tembus Pasar Ekspor

Setelah 16 Tahun Terhenti, Bawang Putih Brebes Kembali Tembus Pasar Ekspor

372
Pelepasan Ekspor Perdana Bawang Putih ke Taiwan.

Semarang, 13/8 (BeritaJateng.net) – Program pembangunan pertanian dan gerak cepat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kembali memberi angin segar. Setelah dari laporan kinerja Triwulan II-2020 Badan Pusat Statistik (BPS) dimana sektor pertanian mampu memberikan kinerja positif, kini komoditas bawang putih asal Brebes mampu kembali memasuki pasar ekspor.

Dari data pada sistem perkarantinaan, IQFAST di Karantina Pertanian Semarang, komoditas bawang putih tercatat dilalulintaskan ke luar negeri tahun 1994 dan terhenti setelahnya.

Dan kemarin (12/8) sebanyak 15 ton bawang putih dengan nilai ekonomi sebesar Rp. 285 juta difasilitasi Kementerian Petanian melalui Karantina Pertanian Semarang untuk diekspor ke negara tujuan, Taiwan.

“Selamat bagi pelaku usaha dan juga petani bawang putih di Brebes, semoga kontinuitas komoditas dan pasar terjaga sehingga bawang putih dapat menjadi ragam komoditas ekspor baru dari Provinsi Jawa Tengah,” kata Kepala Karantina Pertanian Semarang, Parlin Robert Sitanggang melalui keterangan tertulisnya, Kamis (13/8).

Menurut Parlin, komoditas milik eksportir PT. AIS dilalulintaskan melalui pintu keluar di wilayah kerjanya di Bandar Udara Ahmad Yani, Semarang. Komoditas diberangkatkan menuju Singapura terlebih dahulu sebelum lanjut ke Taiwan.

Parlin juga menambahkan bahwa otoritas karantina pertanian Taiwan mempersyaratkan bawang putih yang masuk harus terbebas dari Nematoda, olehkarenanya pihaknya telah melakukan serangkaian tindakan karantina pertanian guna memastikannya.

“Saat ini kebijakan tarif dalam perdagangan produk pertanian di pasar global sudah tidak popular lagi, sehingga pemenuhan persyaratan teknis menjadi strategis. Untuk itu selaku otoritas karantina kami siap memberikan layanan tindakan karantina untuk mengawalnya,” tutur Parlin.

Benny Santosa, Direktur PT. AIS, menyebutkan bahwa ia membeli seharga Rp 20.000 per kilogram bawang putih basah dari petani dan ia mengambilnya dari dua sentra masing-masing dari petani bawang putih di Kabupaten Brebes dan di Kabupaten Lombok Timur, dan seluruh proses pengeringan dan packing dilakukan di Brebes.

Benny juga menambahkan bahwa jumlah yang diekspor berupakan bagian dari peluang pasar ekspor sebesar 1.000 ton yang sudah ditandatanganinya.

“Saya juga mengapresiasi kerja cepat pejabat Karantina Pertanian Semarang dalam melakukan tindakan pemeriksaan. Sejak awal sampai akhir hanya butuh dua hari saja dan selesai,” aku Benny.

Sementara Direktur Jenderal Hortikultura, Kementan, Prihasto Setyanto, yang melepas ekspor secara langsung menyebutkan bahwa ekspor perdana komoditas bawang putih Brebes ini menjadi istimewa lantaran seiring dengan momentum HUT Kemerdekaan RI ke-75. Prihasto juga memaparkan bahwa saat ini Kementan tengah menggenjot pertumbuhan ekonomi melalui ekspor pertanian dengan Gerakan Tigakali Lipat Ekspor atau Gratieks.

Dengan kerjasama berbagai pihak, pembangunan berbasis kawasan dan berorientasi ekspor menjadi fokus guna mencapat target Gratieks. Saat ini selain Kabupaten Brebes, komoditasi bawang putih juga berada di Lombok Timur, Temanggung, Magelang, dan Karanganyar.

Hal ini juga disampaikan oleh Bupati Brebes, Priyanti yang turut hadir untuk melepas ekspor dan menerima bantuan dari Kementan. Bantuan ini tentu dapat menambah semangat petani dalam berbudidaya terlebih dengan terbukanya pasar ekspor yang dapat memberi nilai tambah, kata Priyanti.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil secara terpisah mengapresiasi tumbuhnya ragam komoditas ekspor baru dari Jawa Tengah, terlebih salah satu dari 11 komoditas strategis, bawang putih. Terlebih sudah lebih dari 20 tahun konsumsi bawang putih bergantung pada pasokan luar negeri sebelumnya.

“Ini menunjukan bahwa program dan kebijakan pertanian khususnya pada komoditas strategis, bawang putih sudah on-the-track. Untuk itu kami juga mengajak kita semua untuk menjaga keberhasilan ini dengan turut menjaganya dari potensi ancaman hama penyakit pada bawang putih. Lapor dan periksakan bibit atau komoditas ini saat melalulintaskannya baik ekspor, impor atau antar area di wilayah NKRI kepada petugas Karantina Pertanian terdekat,” pungkas Jamil. (Nh/El)