Home Lintas Jateng Setahun Beroperasi, Gojek di Semarang Belum Berizin

Setahun Beroperasi, Gojek di Semarang Belum Berizin

Semarang, 2/9 (BeritaJateng.net) – PT Gojek Indonesia (GI), selaku perusahaan penyedia jasa layanan transportasi yang menggunakan armada ojek motor, yang beroperasi di Kota Semarang, ternyata belum berizin. Padahal, mereka mempunyai kantor cabang di Semarang dan telah beroperasi hampir setahun.

Hal itu terungkap dalam rapat audiensi antara managemen PT GI dengan driver Gojek yang difasilitasi pimpinan DPRD, di ruang serba guna DPRD Kota Semarang. Dalam rapat tersebut hadir juga perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan Badan Perijinan dan Pelayanan Terpadu (BPPT) Kota Semarang.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono, sebagai perusahaan yang mempunyai karyawan dan beroperasi di Kota Semarang, haruslah memenuhi peraturan yang berlaku, termasuk PT GI Cabang Semarang. Apalagi, saat ini perusahaan tersebut telah memiliki mitra kerja sebanyak 1500 driver Gojek.

“Di dalam rapat kami tanya, dari BPPT menyampaikan Gojek di Semarang belum mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Itu artinya belum punya izin. Dari Disnakertrans juga bilang, Gojek di Semarang belum wajib lapor,” ujarnya usai rapat.

Agung mengatakan, Pemkot Semarang harus menyikapi masalah tersebut. Pasalnya, Gojek di Semarang sudah beroperasi sejak bulan Oktober 2015. Padahal, untuk mengurus perizinan usaha di Kota Semarang hanya membutuhkan waktu 3 hari.

“Itu kewenangan Pemkot ya. Tergantung Walikota Semarang mau menyikapinya seperti apa. Selama mereka tidak bisa memenuhi perizinan ya tidak bisa beroperasi di Semarang. Harusnya khan seperti itu,” tegasnya.

Kepala BPPT Kota Semarang, yang kali ini diwakili oleh Rusyami mengatakan, dari hasil pengecekan, sampai sekarang PT GI di Kota Semarang belum memiliki SIUP. Padahal, hal itu merupakan syarat untuk mengajukan usaha.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Disnakertrans, yang kali ini diwakili oleh Kabid Hubungan Industrial, Budi Astuti, menyatakan bahwa PT GI Cabang Semarang sampai sekarang belum melakukan wajib lapor, seperti yang diatur dalam Undang-Undang (UU) No. 7 Tahun 1981 Tentang Wajib Lapor Ketenagakerjaan di Perusahaan.

“Keberadaan kantor dan tenaga kerja itu wajib dilaporkan. Kami bertugas melakukan pembinaan, perusahaan Gojek di semarang harusnya segera melapor. Apalagi, Gojek sudah beroperasi hampir setahun dan punya 1500 driver,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, managemen PT GI yang diwakili oleh Bambang Kurniawan mengatakan terdapat perbedaan penafsiran mengenai perizinan antara kantor pusat PT GI di Jakarta dengan peraturan di Pemkot Semarang. Namun dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemkot Semarang. (Bj05)