Home Hiburan Sesaji Rewandha Gua Kreo Semarang Kirab Empat Gunungan Hasil Bumi 

Sesaji Rewandha Gua Kreo Semarang Kirab Empat Gunungan Hasil Bumi 

39
0
Sesaji Rewandha Gua Kreo Semarang Kirab Empat Gunungan Hasil Bumi 
            Semarang, 5/7 (BeritaJateng.net) – Sebanyak empat gunungan yang berisi hasil bumi palawija berupa buah-buahan dan nasi tumpeng serta sego kethek atau nasi kera diarak warga kandri saat upacara ritual sesaji rewanda Di objek wisata gua kreo gunungpati,  Rabu (5/7) pagi.
            Kegiatan tahunan ini merupakan tradisi setempat yang digelar tiap seminggu setelah Lebaran. Dan di tahun ini dilaksanakan sedikit berbeda yakni pada hari biasa bukan pada hari libur, seperti tahun-tahun sebelumnya sehingga suasana kurang dipadati pengunjung.
             Selain gunungan, replika kayu jati yang menyimbolkan dari perjalanan Sunan Kalijaga saat membawa kayu tersebur dari gua kreo kandri  untuk dibawa membangun masjid agung demak dengan cara dihanyutkan di kali kreo. Replika ini dipikul oleh beberapa orang juga ikut dikirab, tak ketinggalan diiringi anak-anak yang memakai pakaian kera.
            Menurut cerita setempat konon saat kayu jati ini dihanyutkan terhalang kemudian, dibantu oleh para kera penghuni gua kreo.  Adapun warna kera-kera ini yaitu kuning,  putih,  hitam dan merah yang melambangkan sifat manusia.
             Sebelum acara inti untuk memberi makan kera, dengan gunungan buah buahan,  gunungan sego kethek juga jadi rebutan warga dan pengunjung yang menurut kepercayaan bisa mendapatkan keberkahan. Meski harus saling bersesakan saat merebut nasi kethek tapi berjalan tertib. Lalu secara simbolis pemotongan tumpeng oleh sekda, yang diberikan kepada kepala disbudpar Masdiana Safitri.
              Sedangkan  untuk Acara hiburan berupa tarian gambang semarang, hadir, juga anggota DPRD,  Perwakilan Muspida, dan SKPD.
              Dalam sambutan,  Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto mengatakan,  pemkot menata kawasan Kandri ini sejak tahun 2010 sehingga bisa seperti ini.  Tradisi ini tiap tahun terus digelar untuk Nguri-uri budaya di Kandri.
             “Diharapkan bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke kota semarang,” katanya. (El)