Home Headline Sertifikat Masal Tak Kunjung Jadi Puluhan Warga Datangi Balai Desa Kendaldoyong

Sertifikat Masal Tak Kunjung Jadi Puluhan Warga Datangi Balai Desa Kendaldoyong

Demak, 4/3 (BeritaJateng.net) -Tidak ada kejelasan dan transparasi dari pihak panitia Pendaftaran Tanah Sistematis lengkap ( PTSL ) Desa Kendaldoyong, Kecamatan Wonosalam Demak, Puluhan warga mendatangi balai Desa Kendaldoyong ( 27/2) untuk mempertanyakan program PTSL masal tahun 2019 tersebut yang tak kunjung terselesaikan hingga sekarang, mengingat warga sudah membayarkan uang sebesar Rp. 500 ribu sebagai tanda mengikuti program sertifikat masal tersebut.

Menurut salah satu warga Muhamad Toha, mengatakan jika dirinya bersama warga yang lain merasa ditipu oleh ketua panitia ptsl yang sekaligus menjabat sebagai kepala desa kendaldoyong, lantaran setiap kali bertanya tentang kejelasan program tersebut selalu menjawab dengan berbagai alasan yang tak jelas.

“Rasa penasaran saya terjawab ketika mendatangi kantor BPN dan ternyata benar jika program ptsl desa kami belom didaftarkan,” tegas Muhamad Toha.

Sebanyak 227 pemohon sertifikat masal tersebut, lanjut Toha, berasal dari Tiga Dukuh diantaranya Kendaldoyong, Karangsambung dan dukuh Blambangan. Dari kesemuanya tersebut pemohon sudah menyetorkan uang sebesar Lima ratus ribu kepada dua orang diantaranya Kaur kesejahteraan rakyat (Modin), kaur pemerintahan (bayan) dan Kepala.desa langsung.

“Semua sudah bayar Lunas Lima ratus ribu sejak pertama ada program itu dibuka, tapi kenyataannya malah seperti ini,” tutur Toha.

Akibat merasa kecewa dan merasa ditipu oleh Kepala desa, Dirinya bersama warga yang lain melaporkan kejadian ini ke Polsek Wonosalam Demak agar diproses sebagaimana mestinya.

Sementara itu menurut Kepala Desa Kendaldoyong, Gihan Supeno membenarkan permasalahan tersebut dan mengaku jika langkah yang dilakukannya sudah menyalahi aturan yang ada salahsatunya rangkap jabatan menjadi panitia program ptsl.

“Saya sadar yang saya lakukan tidak diperkenankan, tapi bagaimana lagi itu wong sudah di Musdeskan,” kata Gihan Supeno.

Dirinya menambahkan jika program ini tetap berjalan akan tetapi ada pemberi tahuan dari BPN bahwa seluruh program ptsl dibatalkan oleh presiden, mengingat masih dalam masa pandemi.

Warga berharap permasalahan yang melibatkan 227 pemohon sertifikat masal yang berada di desa kendaldoyong ini segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian, mengingat kasus tersebut sudah ditarik ke Polres Demak guna penyelidikan lebih lanjut. (BW/El)