Home Ekbis Sering Hujan, Produksi Ikan Asap Menurun

Sering Hujan, Produksi Ikan Asap Menurun

image
Ilustrasi

Semarang, 7/2 (Beritajateng.net) – Para pengrajin ikan asap di sentra pengasapan ikan Bandarharjo Semarang mengeluhkan kondisi cuaca belakangan ini yang membuat pendapatan dan produktivitas mereka menurun.

“Sejak memasuki musim hujan, omzet kami menurun. Penjemuran ikan kan jadi bagian proses produksi. Kalau mendung dan hujan begini, kan susah,” kata pengrajin ikan asap Yatmi di Semarang, Sabtu.

Setidaknya, ada sekitar 50 pengrajin ikan asap yang menggantungkan hidupnya dari sektor produksi perikanan di sentra pengasapan ikan Bandarharjo yang terletak di kawasan pesisir Kota Semarang itu.

Menurut dia, ikan-ikan yang dijemur terlebih dahulu sebelum diasapi memiliki citarasa yang lebih lezat dan disukai konsumen. Akan tetapi, penjemuran tidak bisa dilakukan karena kondisi cuaca mendung.

Ia menjelaskan proses produksi diawali pengirisan ikan secara tipis-tipis dengan memisahkan bagian kepala dan badannya. Setelah itu, ikan dijemur selama kurang lebih lima jam di bawah terik matahari.

“Kalau sedang panas terik, biasanya empat jam dijemur (ikan, red.) sudah kering. Setelah itu, ikan langsung dipanggang atau diasapi. Namun, kalau cuaca mendung dan hujan begini, kan susah,” katanya.

Yatmi mengakui biasanya sanggup memproduksi sampai 80 kilogram ikan asap setiap harinya, tetapi semenjak cuaca kurang mendukung karena mendung hanya mampu memproduksi 50 kg ikan asap setiap harinya.

“Ya, kalau ikan dijemur dulu sampai kering sebelum diasapi memang lebih disukai konsumen sebab bau amis tidak kentara. Kalau tidak dijemur dulu, biasanya bau amis ikan masih terbawa,” katanya.

Senada dengan itu, Siswoyo, pengrajin ikan asap yang lain mengatakan bahwa cuaca buruk juga memengaruhi pasokan ikan segar untuk bahan baku sebab takbanyak nelayan yang melaut untuk mencari ikan.

“Bahan baku kami kan ikan segar. Kalau kondisi cuaca seperti ini, nelayan banyak yang tidak melaut. Ikan-ikan kan juga sulit ditangkap. Biasanya, kami dipasok 100 kg ikan segar setiap harinya,” katanya.

Untuk jenis ikan yang menjadi bahan baku, Siswoyo menyebutkan bermacam-macam. Akan tetapi, biasanya para pengrajin di sentra pengasap ikan Bandarharjo mengolah ikan manyung (cucut), tongkol, dan pari.

“Kami berhara kondisi cuaca bisa cerah kembali. Kalau terus mendung, apalagi hujan, kami kesulitan berproduksi. Sebagian besar warga di sini kan menggantungkan hidup dari pengasapan ikan,” pungkasnya.(ant/Bj02)