Home Headline Serapan Anggaran Koni Semarang Capai 88,8 Persen

Serapan Anggaran Koni Semarang Capai 88,8 Persen

146

Semarang, 22/11 (BeritaJateng.net) – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara menyebut, hingga November 2020, serapan anggaran KONI Kota Semarang telah mencapai 88,8 persen dari total anggaran Rp. 11 miliar.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara dalam Evaluasi Akhir Tahun dan Finalisasi Anggaran Tahun 2021 di Best Western Hotel Solo Baru, Jumat (20/11).

Menurut Arnaz, KONI Kota Semarang menjadi salah satu yang anggarannya mengalami rasionalisasi akibat pandemi. Dari total anggaran Rp. 21 miliar, KONI menjadi Rp. 11 miliar.

“Serapan anggaran paling banyak di bidang Bimbingan Prestasi (Bimpres). Itu pembinaan prestasi atlet. Karena komposisi anggaran kita kan 80 persen untuk prestasi dan 20 untuk kesekretariatan dan bidang-bidang. Kami kan mengurusi olahraga bukan mengurusi pegawai dan sebagainya sehingga prestasi atlet yang utama,” ujar Arnaz.

Menurutnya, dalam evaluasi anggaran tersebut akan diulas tiga klasifikasi, yakni anggaran yang terserap sudah ter SPJ, terserap belum ter SPJ dan belum terserap sama sekali. “Secara teknis kami sudah minta bidang-bidang untuk memaparkan dalam evaluasi ini,” lanjutnya.

Cabang Olahraga Tetap Berlatih Saat Pandemi

Arnaz menyebut, serapan anggaran untuk setiap cabang olahraga selain untuk pertandingan juga diperuntukkan untuk belanja alat dan barang. “Kegiatan ada dua, kegiatan pembinaan dan kegiatan kejuaraan,” paparnya.

Segala kegiatan cabang olahraga tetap berlangsung meski pandemi dengan syarat mematuhi protokol kesehatan.

“Cabor mulai September semua sudah melakukan kegiatan dengan protokol kesehatan dan izin walikota. Kami sudah mengantongi izin Dispora dan semua Cabor sudah melakukan pelatihan dan bimbingan dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Seperti salah satunya, lanjut Arnaz, cabor Wall Climbing, tetap ada pelatihan di Indoor dengan protokol kesehatan dan pembatasan. “Pelatihan terpusat di GOR Tri Lomba Juang dilakukan secara bergilir sehingga tidak menimbulkan kerumunan,” ujarnya.

Sementara itu, Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mendorong KONI Kota Semarang agar segera memaksimalkan serapan anggaran, hal ini agar tidak terjadi SILPA atau defisit anggaran.

“Mumpung masih ada waktu, saya harap jangan sampai ada SILPA.
Harapan kami KONI tidak ada permalahan anggaran,” ujar Anang.

Ia menjelaskan bahwa transparansi juga diperlukan dalam suatu organisasi, sehingga evaluasi anggaran seperti yang dilakukan KONI patut diapresiasi sebagai langkah transparansi dan laporan pertanggungjawaban. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × 1 =