Home Kesehatan Seorang Profesor Asal Demak Berhasil Ciptakan Alat Pendeteksi Penuaan Pikun

Seorang Profesor Asal Demak Berhasil Ciptakan Alat Pendeteksi Penuaan Pikun

127
0
Eko Supriyanto, Profesor asal Desa Ngelo Wetan, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang berhasil membuat alat pendeteksi penuaan Alzheimer atau pikun, mampu patenkan 42 karya inovasi di bidang kesehatan.

SEMARANG, 29/11 (BeritaJateng.net) – Terinspirasi dari permasalahan penuaan Alzheimer atau sering dikatakan pikun yang banyak terjadi pada manusia, seorang pria kelahiran Desa Ngelo Wetan, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, berhasil membuat alat pendeteksi pikun (Alzheimer). Pria bertitle Profesor bernama Eko Supriyanto tersebut, berhasil menciptakan alat pendeteksi pikun pada tahun 2010 lalu, dengan penelitian kurang lebih selama 2 tahun.

“Dengan alat tersebut, kita dapat mengetahui kapan kita akan terkena penyakit Alzheimer atau pikun tersebut,” ujar Eko Supriyanto.

Dengan berbagai ilmu yang didapatkan Eko Supriyanto, seperti bidang teknologi dan kesehatan semasa dirinya mendapat pembelajaran di berbagai universitas dalam maupun luar negeri, menjadikan inspirasinya terwujud dan bermanfaat bagi semua masyarakat.

“Idenya muncul saat saya mendapat pengalaman, ada salah satu perusahaan asuransi yang mencari tahu bagaimana memprediksi penuaan Alzheimer. Dari situ, saya berfikir bagaimana bisa mendeteksinya. Setelah itu, dengan ilmu yang saya dapatkan, kemudian saya mencoba riset kurang lebih selama dua tahun. Pada tahun 2010 lalu, baru berhasil menciptakan alat pendeteksi Alzheimer tersebut. Setelah itu saya patenkan,” jelas guru besar Universitas Teknologi Malaysia, Eko Supriyanti di sela Seminar Internasional Pengembangan Inkubator, Science Center dan Techno Park di Kota Semarang, Selasa (29/11).

Dengan adanya alat pendeteksi Alzheimer tersebut, Eko berharap dapat dimanfaatkan untuk semua masyarakat. Menurutnya, ini alat semacam ramalan yang dibuktikan secara ilmiah.

“Semoga saja alat ini bisa jadi alat kementerian untuk mendeteksi warganya. Alat ini bisa dikatakan seperti ramalan, namun ini difasilitasi dengan pembuktian ilmiah yang terjadi,” terang Eko Supriyanto.

Selain berhasil membuat alat pendeteksi penuaan Alzheimer atau pikun, Eko Supriyanto juga berhasil membuat sejumlah karya inovasi lain yang dipatenkan dalam bidang kesehatan. Sejauh ini, dirinya mengaku telah mematenkan 42 karya inovasi dalam bidang kesehatan yang diakui secara Internasional. (ED/EL)