Home Hukum dan Kriminal Seorang Pelajar Meninggal Tertimpa Batu Saat Pelajaran Olah Raga

Seorang Pelajar Meninggal Tertimpa Batu Saat Pelajaran Olah Raga

Semarang, 10/9 (BeritaJateng.net) – Seorang siswi kelas 3 Sekolah Dasar Negeri Pongangan, Gunung Pati, tertimpa batu di sebuah sungai hingga akhirnya meninggal dunia saat mengikuti kegiatan olah raga yang diadakan oleh sekolahnya, Kamis (10/9) siang.

Siswi tersebut diketahui bernama Pradipta Nanda Olivia, warga Pongangan, Kecamatan Gunung Pati. Nanda diduga tertimpa reruntuhan batu dan kemudian terpeleset sebelum akhirnya meninggal dunia di sebuah sungai di dusun Jatisari,  Pongangan, Gunung Pati. Mengetahui hal tersebut, Petugas Polsek Gunung Pati kemudian datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

Atas musibah tersebut, suasana haru menyelimuti kediaman rumah korban. Seakan tak percaya, salah seorang keluarga korban hingga mendatangi sekolahan Nanda, untuk memastikan perihal tersebut.

Isak tangis dari keluarga mewarnai kepulangan jenazah saat dibawa ke rumah duka. Tak banyak yang dapat dimintai keterangan dari warga maupun keluarga korban, pasalnya suasana haru masih nampak kentara di rumah korban. Beberapa tetangga, saudara, teman, dan sejumlah guru terlihat di rumah duka, sebagai wujud ungkapan belasungkawa atas kepergian Nanda.

Ketika beritajateng.net mencoba mengikuti seorang saksi mata, didampingi anggota kepolisian yang menunjukan lokasi dimana Nanda ditemukan, banyak pihak yang tak mengira jarak lokasi dengan sekolah terbilang lumayan jauh. Selain jarak yang jauh, medan menuju lokasi juga tak dapat dilintasi dengan kendaraan roda empat maupun roda dua.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian Nanda terpisah dengan teman-temannya saat mengikuti kegiatan olah raga yang diadakan oleh sekolahnya. Sesampainya di dekat sungai, sebuah batu menimpa dirinya hingga menyebabkan dia terpeleset. Sesaat setelah kejadian, korban sempat ditolong oleh temannya, namun sayang karena tidak kuat saat mengangkat korban, nyawa Nanda akhirnya tak terselamatkan.

Sementara itu, Hary Purwanto selaku Lurah setempat ketika diwawancarai mengatakan korban sempat diingatkan oleh teman-temannya untuk menjauh dari lokasi.

“Anak-anak yang lain diketahui terpisah dengan siswi yang satu ini (Nanda). Nanda malah menuju ke sungai itu, padahal udah diingatkan oleh temen-temen yang lain. Berdasarkan informasi teman-temannya, dia (Nanda) sempat diminta untuk balik, sebelum akhirnya sebuah batu mengenai dirinya dan membuatnya terpeleset,” terangnya.

Lebih lanjut Hary menjelaskan meskipun kedalaman air pada sungai tersebut tidak terlalu dalam, tapi karena bongkahan batu yang meninpa Nanda cukup besar, sehingga menyebabkan nyawa korban tak tertolong.

“Sebetulnya tidak begitu dalam, apalagi berada di musim kering seperti ini. Saya tadi sempat ke TKP melihat kondisi lapangan juga. Bahkan Nanda tadi sempat masih bernafas dan ditolong oleh rekan-rekannya, tapi mau ngangkat juga ndak kuat,” pungkasnya. (BJT02)