Home Hiburan Sensasi Menikmati Kemah ala Hotel Berbintang di Tengah Hutan

Sensasi Menikmati Kemah ala Hotel Berbintang di Tengah Hutan

kemah ala hotel bintang

Purbalingga, 3/9 (Beritajateng.net)  – Bagi kalangan menengah ke atas, menginap di hotel berbintang mungkin sudah menjadi hal biasa. Namun, menikmati tidur di tengah hutan, menjadi sensasi yang luar biasa.

Tak perlu khawatir dengan fasilitas yang disediakan, kemah ditengah hutan juga nyaman seperti layaknya menginap di hotel. Sensasi itu yang digagas oleh manajemen Obyek Wisata Air Bojongsari (Owabong) berkerjasama dengan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Dinbudparpora) dan Desa wisata Serang, Kecamatan Karangreja.

Paket wisata yang diberinama ‘Campsite Fourstar’ memang menyuguhkan kehangatan tersendiri bagi satu kelompok komunitas atau keluarga. Mereka bisa bercengkerama ditengah kehangatan api unggun, atau menikmati berbagai macam permainan untuk menjalin kekompakkan.

Direktur Operasional Perusahaan Daerah (PD) Owabong, Eko Susilo mengungkapkan, untuk ujicoba awal, pihaknya mengajak sekitar 30 karyawan PD Owabong menginap ditengah hutan pinus di desa wisata Serang, Karangreja.

“Paket ini, bisa dilakukan dimana saja, sesuai keinginan konsumen. Kami menyediakan beberapa tempat seperti di bumi perkemahan Munjuluhur, di Desa Wisata Serang, dan di areal taman Goa Lawa. Tidak menutup kemungkinan, kami juga menjajagi kerjasama dengan desa wisata lain seperti Desa Panusupan, Kecamatan Rembang yang saat ini juga memiliki areal camping ground,” kata Eko Susilo, Rabu (2/9) malam disela-sela menikmati api unggun.

pesta kambing guling

Menurut Eko, layanan paket wisata ini tidak berbeda jauh dengan layanan di cotage Owabong. Yang membedakan hanya peserta tidur di tenda, dan tidak ada fasilitas televisi. Fasilitas didalam tenda tetap dibuat nyaman, dilengkapi dengan kasur busa.

Setiap tenda bisa memuat 4 – 5 orang. Untuk sajian jamuan makan, pihaknya juga membawa koki yang biasa memasak di hotel Owabong dan menyiapkan menu makan malam atau sarapan layaknya di cottage Owabong.

“Untuk menghangatkan suasana di malam hari, disiapkan hiburan sesuai permintaan wisatawan. Bisa organ tunggal, musik keroncong, atau musik Jazz sekalipun. Yang penting wisatawan bisa menikmati suasana malam itu dengan gembira,” kata Eko.

Sajian makan malam, juga dibuat plus-plus. Tidak hanya menu makan malam yang disiapkan sekitar jam 19.00 WIB, tetapi sembari menikmati alunan musik atau acara kongkow-kongkow juga disiapkan kambing guling.

Wisatawan bisa mengguling-gulingkan kambing sendiri diatas bara api, dan mengambilnya sesuka hati.  Tak hanya itu, lebih malam sedikit, juga disiapkan acara bakar jagung bersama, menikmati wedang ronde sebagai penghangat tubuh.

Dijelaskan Eko, paket wisata ini selama sehari semalam, atau bisa juga sesuai pesanan. Jika sehari semalam, wisatawan mulai datang ke Desa wisata Serang sekitar pukul 14.00 WIB. Begitu datang, tenda-tenda sudah siap. Mereka menikmati makanan kecil khas desa, seperti pisang rebus, kacang rebus dan umbi-umbian khas desa.

Wisatawan kemudian diajak keliling desa untuk menikmati suasana desa yang penuh dengan kebun sayur dan stroberi. Wisatawan diajak menikmati stroberi langsung dengan memetik sendiri di kebun.  Acara ini sampai sore hari, sembari menunaikan solat atau keperluan pribadi lainnya.

Kegiatan malam hari diisi dengan berbagai permainan untuk menjalin kekompakan, tentunya usai makan malam. Kemudian pada pagi hari berikutnya, wisatawan diajak treking menuju bukit Kelir untuk menikmati sunrise.

Wisatawan diajak berjalan kaki menyusuri kebun sayur mulai pukul 04.30 WIB. Di bukit Kelir ini, wisatawan menikmati indahnya matahari terbit dan juga terlihat Gunung Sindoro Sumbing. Usai dari bukit Kelir, wisatawan kembali menuju perkemahan dan menikmati sarapan pagi. Setelah menjalankan keperlun pribadi, wisatawan kembali diajak menikmati permainan Giantswing di wana wisata Serang.

“Permainan ini untuk menguji adrenalin  para wisatawan, atau yang ingin bermain fliying fox atau ATV juga tersedia di kawasan lembah Asri Serang,” kata Eko.

Eko menambahkan, paket wisata ini mulai dijual bulan September ini. Harga per paket, antara kisaran Rp 300 ribu per orang, atau menyesuaikan beberapa kegiatan atau menu yang dipesan. “Yang jelas, harga paket tidak terlalu mahal, dan sebanding dengan sensasi  kehangatan hutan yang bisa dinikmati,” tambah Eko. (BJ33)