Home News Update Senin Besok Gubernur Berbusana Samin

Senin Besok Gubernur Berbusana Samin

Kepala Humas Pemprov Jateng, Sinoeng
Kepala Humas Pemprov Jateng, Sinoeng
Kepala Humas Pemprov Jateng, Sinoeng

Semarang, 13/2 (BeritaJateng.net) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo rencananya akan menggunakan pakaian adat Samin pada Hari Senin (16/2) besok. Tanggal 16 besok ditetapkan sebagai hari berbusana Adat Jawa bagi PNS di lingkungan Pemprov Jawa Tengah.

“Rencananya pak gub pake busana adat Samin, kalau saya pakai Surjan warisan bapak saya,” ungkap Kepala Biro Humas Pemprov Jateng Sinoeng N Rahmadi kepada BeritaJateng.net, Jumat (13/2).

Menurut Sinoeng, berdasarkan pantauan yang dilakukan pihaknya para pegawai Pemprov saat ini sudah menyiapkan berbagai busana adat Jawa yang akan dikenakan Senin besok.

“Ada yang sudah menyiapkan baju lurik, kebaya aneka corak dan lain lain,” jelasnya.

Anjuran menggunakan busana adat Jawa, tambah Sinoeng, dimaksudkan agar nilai nilai budaya Jawa dapat melekat dan menjadi filosofi dasar bagi para pegawai dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu juga dimaksudkan untuk menggeliatkan perekonomian khususnya UMKM.

Dari pantauan BeritaJateng.net Jumat siang, beberapa pedagang pakaian tampak menggelar dagangannya di belakang kantor gubernur Jalan Pahlawan Semarang, mereka menyediakan aneka busana adat seperti blangkon, baju lurik, jas khas Jawa, bahkan busana adat untuk wanita beserta segala perniknya juga digelar oleh pedagang tiban tersebut.

“Pemprov tidak mengharuskan PNS menggunakan motif tertentu, mereka bebas menggunakan busana sesuai dengan karakteristik dan seleranya asal tetap busana adat Jawa,” tambahnya.

Himbauan penggunaan busana adat Jawa ini rencananya akan terus diterapkan pada setiap tanggal 15. Namun tetap menyesuaikan dengan ketentuan dan situasi jatuhnya tanggal 15 pada hari libur apa tidak.

“Kalau kebetulan jatuh pada hari Sabtu atau Minggu ya kita sesuaikan, apakah dilaksanakan pada Hari Jumat atau Senin,” tegasnya.

Menurut Sinoeng, pelaksanaan anjuran ini akan dilakukan evaluasi secara berkala barangkali ada hambatan atau respon tertentu dari pegawai atau dari masyarakat. Evaluasi akan dilakukan terutama yang terkait langsung dengan pelayanan masyarakat seperti di rumah sakit dan Samsat. (BJ013)