Home Hiburan Seniman Gelar Pertunjukan Sebagai Respon Revitalisasi Pasar Peterongan

Seniman Gelar Pertunjukan Sebagai Respon Revitalisasi Pasar Peterongan

image

Semarang 11/05 (BeritaJateng.net)-Jejak Jajak Peterongan Respon Seni bersama, menjadi tema dalam pameran Art Residency oleh Kelompok Seni Budaya Esa Unissula (KSBEsa) pada Senin malam, (11/05) di OrArT Oret. Alwani yang bertindak sebagai MC pada acara tersebut mengungkapkan bahwa dirinya merupakan bagian dari KSBEsa.

Menampilkan pameran lukisan, foto, sketsa dan instalasi musik, pantomim performing art, puisi, serta tari kontemporer.Untuk pengisi acaranya, semuanya tergabung dalam KSBEsa, yaitu Abdillah Parilingan, Awit Anggara, Denny Aryanto, Gozi Prayudi N. Syah menampilkan pantomim, Karyono menampilkan dance kontemporer,  Khaftmirul Aziz menampilkan perkusi, M. Zaky Mubarok, dan Nailul  Farikhah Zahrotadini menampilkan puisi. Hanya Kaisya Ukima yang diluar KSBEsa, karena dia adalah seorang  pecinta seni.

“Persiapan dari teman-teman sudah sejak 10 hari kemarin untuk menampilkan karya unggulan dari masing-masing hasil residency, ” imbuh Alwani.

Tema yang diusung merupakan bentuk respon melihat Pasar Peterongan yang akan direnovasi. Semua yang dipamerkan di OrArT Oret Space baik berupa, lukisan, foto, hasil kerajinan sangat berhubungan dengan Pasar Peterongan. Seperti, Pohon Asam yang dikeramatkan, bernama Mbah Gosan, memiliki mitos buahnya kebanyakan tidak berbiji, apabila rontok dan jatuh ke tanah maka ukurannya tidak berubah.

Di bawah pohon tersebut banyak yang meminta rejeki, kelulusan Ujian Nasional, dan masih banyak lagi. Dari keunikan inilah, Pimpinan Produksi dan Kurator, Denny Aryanto memberikan penjelasan, “10 Seniman ditantang untuk membuat pameran dan pertunjukan dalam waktu 10 hari, ada yang menampilkan lukisan, pertunjukan, namun yang mengikuti ada 9 seniman dikarenakan diterapkan sistem gugur. Apabila dalam waktu 10 hari, di hari-hari tertentu tidak sanggup mengikuti, secara otomatis tidak bisa melanjutkan ke tahap pameran”.

Manfaat diadakannya kegiatan ini adalah untuk mendokumentasikan Pasar Peterongan sebelum direnovasi. Ridho yang bertugas dalam Departemen Pengembangan dan Riset menjelaskan, “maksud playing residency #3 dari Komunitas OrArT Oret untuk tinggal dan bermain seni, ini sudah yang ketiga kali di selenggarakan”.

Memahami kegiatan ini, dalam pembukaan pameran, Singgih Adhi Prasetyo S. Sn., M. Pd sebagai Dosen Seni Rupa UPGRIS sangat mengapreasi. “Ini merupakan kegiatan yang ke-3, untuk yang pertama saya juga diundang, event semacam ini harus dialami perupa dan seniman. Ada alasan karya untuk ditampilkan, bukan hanya melihat dari sisi visualnya saja, melainkan ada apa dibalik visual tersebut sangat penting. Bisa dipertanggungjawabkan secara benar hasik karyanya. Bedanya dengan pameran seni yang lain, di dini ada semacam diskusi, menarik untuk kalangan umum yang tidak berlatar belakang seni bisa mengikuti,” katanya.

Dadang sebagai intern di Komunitas OrArT Oret pun merasa penting mengajak teman-teman yang suka seni dalam merespons karya seni. “Dengan adanya kegiatan ini lebih punya isi dan terarah dalam menampilkan pertunjukan dan pameran,” pikirnya. (Mg-1)