Home Headline Sempat Menolak, WPS Sunan Kuning Sepakat Terima Pesangon Penutupan

Sempat Menolak, WPS Sunan Kuning Sepakat Terima Pesangon Penutupan

8
Kepala Satpol PP Kota Semarang saat memberikan pengarahan pada para WPS Sunan Kuning

Semarang, 8/10 (BeritaJateng.net) – Sempat tersendat karena protes besaran uang pesangon atau tali asih yang tidak sesuai dengan janji awal pemerintah. Wanita pekerja seks (WPS) lokalisasi Sunan Kuning akhirnya memutuskan menerima pesangon yang ditetapkan Pemkot Semarang.

Pengelola lokalisasi Sunan Kuning atau Resos Argorejo Suwandi menerangkan, sebenarnya dia beserta para WPS tidak sepakat saat disodori berkas untuk ditandatangani soal besaran pesangon. Karena nilainya berbeda dengan kesepakatan awal sebesar Rp 10,5 juta per WPS.

“Rapat awal menyatakan bahwa kucuran dana Rp 10,5 juta, dari APBD Pemkot Semarang Rp 5 juta dan APBN lewat propinsi Rp 5,5 juta,” kata Suwandi, di Aula Resos Argorejo Semarang (8/10).

Namun begitu, demi mengormati kebijakan pemerintah pusat yang berupaya menutup semua lokalisasi, dia sepakat menerima besaran pesangon yang hanya Rp 5 juta dari APBD Pemkot Semarang.

“Meski belum clear, tapi hari ini sah artinya sudah selesai. Hemat saya dalam penentuan (pesangon) ini tidak memanusiakan manusia, karena dipaksa untuk menerima uang Rp 5 juta,” ucapnya.

Ari Istiadi, salah satu pengurus Resos Argorejo membenarkan kesepakatan besaran uang pesangon yang akan diterima para WPS sebesar Rp 5 juta. Penerimaan pesangon akan diberikan pada 10 hingga 15 Oktober 2019.

“Tempatnya nanti di sini, tandatangan terus dananya ditransfer ke rekening masing-masing WPS yang sudah terdata,” katanya.

Menurutnya, sampai saat ini jumlah WPS yang akan menerima dana pesangon ada 449 WPS. Selanjutnya pemulangan akan dilakukan secara sendiri-sendiri lantaran uang sudah ada ditangan para WPS.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto akan mulai melakukan penutupan secara seremonial Sunan Kuning pada 18 Oktober 2018. Aktivitas prostitusi dan karaoke akan disterilkan sampai tanggal 21 Oktober 2019.

“Penutupan bertahap tidak langsung, jadi tanggal 22 Oktober karaoke masih boleh buka, sembari kami menyusun aturan-aturan tentang operasional karaoke,” katanya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × five =