Home News Update Seminar Internasional Unisbank Kenalkan Akulturasi Budaya Melalui Bahasa Mandarin

Seminar Internasional Unisbank Kenalkan Akulturasi Budaya Melalui Bahasa Mandarin

Semarang, 15/12 (BeritaJateng.net) –¬†Seminar Internasional Pemahaman Lintas Budaya antara Indonesia dan Tiongkok atau ‘The International Seminar of Cross Cultural Understanding Between Indonesia and Tiongkok’ digelar Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang bekerjasama dengan HeBei Normal University (HNU) Tiongkok di Ruang D 6.1 Kampus Unisbank, Jalan Kendeng V, Bendan Ngisor, Semarang, Selasa (15/12).

Dihadiri oleh Ketua Yayasan Pendidikan dan Penerbit Mahasiswa Indonesia (YPPMI) Unisbank, Rektor Unisbank Dr. Hasan Abdul Rozak., SH., CN., MM, serta narasumber Yan Haoran dari HeBei Normal University Tiongkok, Yongki Tio (Budayawan), Nuniek Mustikaningtyas., M.Pd dari Subag Program Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan Soegihartono mewakili Unisbank Semarang.

Artin Bayu Mukti., M. Par selaku Ketua Panitia menjelaskan tujuan digelarnya seminar internasional ini untuk memperkenalkan budaya Indonesia, memperkenalkan budaya Tiongkok, dan mengetahui kemungkinan proses akulturasi kedua budaya tersebut melalui pembelajaran bahasa Mandarin.

“Dengan begitu kita bisa mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan pembelajaran bahasa mandarin di Tiongkok, mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan pertukaran guru Mandarin Indonesia dan Tiongkok,” ujar Artin saat sambutannya sebelum seminar dibuka secara resmi, Selasa (15/12).

Seminar internasional ini diikuti sedikitnya 100 peserta dari kalangan pendidikan dasar, menengah, perguruan tinggi dan praktisi terutama institusi pendidikan yang memberikan Bahasa Mandarin sebagai salah satu mata kuliah.

Artin menambahkan dipilihnya Bahasa Mandarin sebagai bahasa alternatif kedua setelah Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional adalah karena bahasa Mandarin merupakan bahasa pemersatu masyarakat Tionghoa yang selama ini dikenal sebagai salah satu tulang punggung pelaku ekonomi dunia. Di mana ada sejengkal tanah, di situ pasti ada masyarakat Tionghoa yang notabene sebagai penggerak roda ekonomi setempat.

“Oleh karena itu, Unisbank Semarang bekerjasama dengan Hebei Normal University Tiongkok bermaksud mengadakan Seminar Internasional Pemahaman Lintas Budaya antara Indonesia dan Tiongkok, dengan menampilkan pakar-pakar budaya dan Bahasa dari kedua negara ini,” jelasnya.

Lebih jauh Artin menjelaskan munculnya era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) merupakan anugrah bagi bangkitnya ekonomi kawasan ASEAN yang secara tidak langsung akan terjadi peningkatan potensi ekonomi masyarakat ASEAN, dan sekaligus berdampak pada kemakmuran bersama.

Artinya sejak dicanangkannya era MEA, tidak ada lagi penghalang untuk berkompetisi meramaikan bursa tenaga kerja di kawasan ASEAN. Dengan demikian para tenaga kerja membutuhkan strategi, komunikasi lintas negara ASEAN, salah satunya adalah dengan menggunakan bahasa Mandarin, sebagai bahasa pemersatu masyarakat Tionghoa yang berada di seluruh dunia.

“Karena bahasa adalah wujud kongkret manifestasi budaya, maka Tionghoa yang berada di seluruh dunia, maka alangkah baiknya kita mengawali dengan membangun pengetahuan lintas budaya,” tutur Artin.

Diharapkan adanya pemahaman akan budaya Tiongkok di Indonesia, lanjut Artin, terutama pemahaman tentang pembelajaran bahasa Mandarin di Tiongkok dan Indonesia. Pemahaman tentang pertukaran budaya melalui pembelajaran bahasa Mandarin pada tingkat Pendidikan Menengah dan Tinggi.

Sementara itu, rektor Unisbank, Dr. Hasan Abdul Rozak., SH., CN., MM, menjelaskan implementasi dari kerjasama Unisbank dan Tiongkok yang telah dilakukan berupa kuliah umum bagi mahasiswa dengan menghadirkan pakar. Bahkan pihaknya juga sempat berkunjung ke Hebei Normal University Tiongkok.

“Diantaranya dalam rangka pengkajian budaya baik melalui riset maupun pengembangan ilmiah pada bidang lintas budaya. Ada kesamaan interaksi masyarakat Tiongkok dengan Indonesia,” terang Rektor Unisbank ini saat sambutan sekaligus membuka acara seminar internasional.

Menurut Sang Rektor apa yang diindentifikasikan oleh Nabi Muhammad SAW adalah benar, yang menganjurkan untuk ‘tuntutlah ilmu sampai ke negeri China’.

Kita memilih China, karena Negara ini telah mendeklarasikan di bidang enterpreneurship dan teknologi informasi. Menjadikan akulturasi budaya enterpreneurship sebagai alternatif.

“Kerjasama internasional dapat dilakukan dalam berbagai program. Sekaligus misi untuk mendirikan perwakilan HeBei Normal University (HNU) Jawa Tengah yang berkantor di Unisbank bisa terwujud,” paparnya.

Dr. Hasan Abdul Rozak., SH., CN., MM berharap hubungan Indonesia dan Tiongkok bisa berjalan baik, pihaknya ingin sekali bisa menggali banyak pengetahuan dari Tiongkok di bidang enterpreneurship.

“Melalui kurikulum terstruktur, China punya budaya yang luar biasa. Akulturasi budayanya bisa kita kupas. Dari tingkat SMA dan SMP, pembelajaran bahasa Mandarin melalui Unisbank bisa sampai studi ke Tiongkok,” imbuhnya.

Rektor Unisbank juga mengapresiasi dua mahasiswanya yang telah belajar di Tiongkok. Pihaknya berharap ada Prodi baru bahasa Mandarin di Fakultas Bahasa dan Ilmu Budaya Unisbank dalam menyambut Global University 2028. (BJT01)