Home Lintas Jateng Semarang Tunjukkan Komitmen Smart City 

Semarang Tunjukkan Komitmen Smart City 

558
0
FGD Smart City

SEMARANG, 10/10 (BeritaJateng.net) – Komitmen Pemerintah Kota Semarang menjadi bagian dari Smart City di dunia terus dibuktikan. Salah satu buktinya dalam Forum Group Discussion (FGD) yang dilakukan di Situation Room Balai Kota Semarang. FGD tersebut menjadi permulaan awal dari empat agenda lainnya selama empat hari kedepan di Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, Smart City merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari lagi pada masa sekarang. Smart City, justru menjadi sebuah hal yang harus diwujudkan di Kota Semarang. Misalnya dengan meningkatkan pelayanan yang lebih cepat hingga terobosan kreatif dengan memakai kemajuan teknologi informasi.

“Saya rasa (Smart City) sudah menjadi hal mutlak yang harus dilakukan oleh para pimpinan daerah di Indonesia ini,” ungkap Hendi, sapaan akrab Wali Kota.

Dalam kesempatan FGD tersebut, hadir sejumlah pembicara ahli diantaranya Ketua Asosiasi Inisiatif Kota Pintar prof Suhono H Supangkat yang dikenal sebagai bapak Indonesia Smart City, Peneliti dan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr Arry Ahmad, Ketua Jaringan Smart City Kok-Chin dan Mitra dari Eden Strategy Institute Calvin Chu.

Hendi mengatakan, dalam pengembangan Smart City, hal terbaik adalah belajar dari pengalaman. Hendi berharap dengan didatangkannya para ahli, Kota Semarang dan beberapa Kota/Kabupaten yang turut hadir dalam lokakarya tersebut menjadi lebih mengerti bagaimana mengelola tantangan dan hambatan yang ada.

“Jadi nggak perlu teman-teman di wilayah Kabupaten/Kota harus ketemu masalah dulu, justru belajar dari orang-orang yang sudah cukup lama mengelola digitalisasi atau smart city kita akan lebih tahu sebelum terjadi sesuatu hal yang menjadi hambatan dalam pengembangan,” terangnya.

Terkait keterlibatan Kabupaten dan Kota lain, Hendi menyebut ini menjadi sebuah kolaborasi dengan tujuan meningkatkan pembangunan di Provinsi Jawa Tengah. Hendi mencontohkan pengalaman DKI Jaya. Berkembangnya Jabodetabek, menjadikan DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Provinsi pun semakin maju.

“Dengan melibatkan wilayah Kabupaten dan Kota, kemudian mereka bisa melakukan percepatanpembangunan, yang paling merasakan manfaatnya selain wilayah tersebut, ya Kota Semarang, karena Semarang adalah ibu kota Provinsi yang kebetulan interland mereka,” bebernya.

Sementara, sejumlah kendala yang masih dialami oleh Pemkot Semarang adalah validasi data. Bahkan, Hendi mengungkapkan terkait dengan data yang tidak valid dari internal Pemkot Semarang seperti data terkait angka kemiskinan, data terkait jumlah pelanggan PDAM. Bahkan, Hendi membeberkan, laporan dari masyarakat juga seringkali tidak tepat.

Hendi mengaku timnya seringkali kewalahan ketika sedang melakukan pengecekan di lapangan terkait dengan laporan yang masuk baik melalui Lapor Hendi maupun Call Center 112. Dalam sehari, Call Center 112 menerima sebanyak 500-600 aduan. Namun, hanya 30 persen diantaranya yang valid.

“Jadi saya rasa, bagaimana kemudian untuk menata kota cerdas ini, juga harus menata masyarakatnya supaya menjadi masyarakat yang memang paham dan bisa menerima kemajuan ini untuk konteks pengembangan dan pembangunan Semarang menjadi lebih baik dan hebat,” pungkasnya. (El)