Semarang Siapkan Empat Tatanan Menuju Kota Sehat

Tim Verifikasi Penilaian Kota Sehat Tingkat Nasional 2017 memetik buah di Desa Wisata Cepogo Semarang

Semarang, 12/9 (BeritaJateng.net) – Kota Semarang menyiapkan empat tatanan untuk penilaian lomba Kota Sehat 2017, yakni permukiman dan sarana prasarana sehat, sehat mandiri, pariwisata sehat, serta ketahanan pangan dan perbaikan gizi.

“Pemerintah Kota Semarang melakukan sejumlah upaya untuk memenuhi empat tatanan itu,” kata Ketua Forum Kota Sehat Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi saat menerima rombongan Tim Verifikasi Kota Sehat, di Semarang, Selasa.

Menurut istri Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi itu, pencapaian Kota Sehat sudah dimasukkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) yang terangkum dalam berbagai program yang sudah terencana dengan baik.

Berbagai program yang sudah terlaksana, kata dia, antara lain program Siswa Mencari Jentik (Sijentik), kampung-kampung tematik, layanan kegawatdaruratan Ambulans SiCepat, dan berbagai kerja sama dengan lembaga-lembaga terkait.

Tim verifikasi penilaian Kota Sehat memetik secara langsung buah di Kebun Buah Desa Wisata Cepoko Semarang.
Tim verifikasi penilaian Kota Sehat memetik secara langsung buah di Kebun Buah Desa Wisata Cepoko Semarang.

“Program Sicentik muncul karena adanya kepedulian dalam rangka penanggulangan demam berdarah dengue (DBD) dengan melibatkan peran serta siswa untuk memantau perkembangan jentik nyamuk di lingkungan tempat tinggalnya,” katanya.

Untuk kampung-kampung tematik, kata dia, Forum Kota Sehat Kota Semarang mengolaborasikan dengan program kampung tematik dengan tema kota sehat sehingga mampu menyulap kawasan yang semula kumuh menjadi bersih, indah, dan cantik.

“Sementara layanan Ambulans Sicepat ini untuk memberikan pelayanan kesehatan secara cepat kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya layanan kegawatdaruratan, kecelakaan lalu lintas, hingga pelayanan maternal,” kata Tia, sapaan akrabnya.

Selain itu, kata dia, kerja sama juga dilakukan dengan kalangan perguruan tinggi dan berbagai komunitas, seperti komunitas tuberkulosis (TB) dan HIV/AIDS yang berada di Kelurahan Peterongan dan Kelurahan Kalibanteng Kulon.

“Upaya lainnya, meningkatkan kapasitas kader pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK) untuk mengembangkan potensinya, termasuk forum kesehatan kelurahan (FKK) yang aktif berkoordinasi dengan puskesmas di wilayahnya,” katanya.

Tia berharap Kota Semarang bisa menjadi yang terbaik dalam lomba Kota Sehat tahun ini untuk kategori Wiwerda sehingga bisa menjadi motivasi bagi warga Kota Semarang untuk lebih meningkatkan pola hidup bersih dan sehat.

Sementara itu, Widayanti Bandia, selaku Ketua Tim Verifikasi Kota Sehat yang memimpin rombongan mengaku bangga dengan yang dilakukan Kota Semarang yang membuktikan adanya sinergitas masyarakat dan program kerja OPD.

“Saya percaya program kerja dari organisasi perangkat daerah (OPD) bagus, tetapi apakah masyarakat dilibatkan atau tidak? Ternyata, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan Kota Semarang sangat besar,” katanya.

Dalam tatanan sehat mandiri, misalnya, kata dia, di sejumlah kelurahan rutin melakukan kegiatan donor darah, senam lansia, posyandu lansua, pemeriksaan ibu hamil di posyandu, hingga gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Kedatangan kami tidak untuk menilai, melainkan melihat sinergitas antara program kerja OPD dan masyarakat. Untuk tatanan pariwisata sehat, warga juga bersinergi mengubah wajah kampung menjadi lebih cantik,” pungkasnya. (El)

Tulis Komentar Pertama

TINGGALKAN TANGGAPAN