Home Lintas Jateng Semarang Miliki Destinasi Wisata Religi Potensial yang Bisa Dikembangkan

Semarang Miliki Destinasi Wisata Religi Potensial yang Bisa Dikembangkan

35
0
Wali Kota Semarang menyapa anak-anak usai ziarah ke Makam Ki Ageng Pandanaran di mugas dalam rangka HUT ke 470 Kota Semarang
     Semarang, 6/6 (BeritaJateng.net) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mengingatkan wilayah tersebut sebenarnya kaya akan destinasi wisata religi yang potensial dikembangkan.
     “Banyak sekali destinasi wisata religi yang tersebar di Semarang. Potensi ini yang kami upayakan agar diangkat,” kata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi di Semarang, Selasa malam.
     Hal tersebut diungkapkannya saat ajang Silaturahmi Ketua DPRD Kota Semarang dengan Komunitas Bantuan Komunikasi (Bankom) Polrestabes Semarang yang berlangsung di rumah dinasnya.
     Supriyadi menyebutkan sekian banyak destinasi wisata religi itu, di antaranya Masjid Jami’ Syeikh Jumadil Kubro yang terdapat pula makam ulama besar itu di kawasan Terboyo, Semarang.
     “Ada makam Ki Ageng Pandanaran I di Kelurahan Mugassari. Beliau merupakan ayahanda dari Ki Ageng Pandanaran II yang merupakan Bupati Semarang pertama,” kata politikus PDI Perjuangan itu.
     Terdapat pula makam Syekh Muhammad Sholeh bin Umar Assamarani yang dikenal dengan Mbah Sholeh Darat, kata dia, yang sampai saat ini terus diziarahi oleh masyarakat berbagai daerah.
     “Malah masyarakat dari luar Semarang yang lebih tahu dan banyak berziarah, sementara warga Semarang sendiri mungkin malah belum tahu. Tentu, erat kaitannya dengan sejarah Kota Semarang,” katanya.
     Oleh karena itu, kata dia, perlu upaya-upaya menggali sejarah Kota Semarang yang erat kaitannya dengan destinasi-destinasi wisata religi itu, terutama kalangan generasi muda.
     “Ya, salah satunya kami gelar diskusi, seperti ‘Menggali Jejak Ki Ageng Pandanaran’, dan sebagainya. Kemudian, dengan mengumpulkan berbagai komunitas dalam forum seperti ini,” katanya.
     Selain dari Bankom Polrestabes Semarang, hadir pula komunitas mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang, serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unissula Semarang.
     “Harapan kami, anak-anak muda ini bisa lebih mengenal sejarah kotanya, tokoh-tokohnya, termasuk kaitannya dengan banyaknya destinasi wisata religi yang harus dikembangkan,” katanya.
     Semarang, tegas Supriyadi, memiliki potensi destinasi wisata religi yang harus diangkat dan dikembangkan, apalagi selama ini sudah banyak masyarakat luar daerah yang mengenalnya. (El)