Home Ekbis Semarang Jaring Investor Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL)

Semarang Jaring Investor Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL)

223
Wakil Walikota Semarang saat memberi sambutan Market Sounding Infrastruktur Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL)

Semarang, 13/8 (BeritaJateng.net) – Pemerintah Kota Semarang bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal menggelar Market Sounding Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Semarang, Selasa (13/8).

Proyek PSEL Kota Semarang ini termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) serta salah satu proyek di 12 Kota Prioritas Nasional yang tercantum dalam Perpres No. 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Semarang bertujuan untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Semarang yang produksinya terus meningkat, sedangkan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yaitu TPA Jati Barang diperkirakan akan melebihi kapasitasnya dalam dua tahun ke depan.

Diharapkan teknologi yang akan digunakan dalam PSEL Semarang dapat mengurangi lebih dari 80% timbunan sampah kota Semarang.

Pemerintah Kota Semarang mempersilahkan calon investor untuk mempertimbangkan teknologi pengolahan sampah yang lainnya selain Waste to Energy, selama sesuai dengan spesifikasi output proyek dan persyaratan minimum proyek.

Proyek KPBU PSEL ini bukan merupakan proyek KPBU pertama yang dilaksanakan oleh Kota Semarang. Sebelumnya telah dilaksanakan proyek KPBU SPAM Semarang Barat yang saat ini telah mencapai tahapan Financial Close dan siap untuk segera beroperasi.

SPAM Semarang Barat ini mendapatkan pengakuan dari Pemerintah Pusat, diberikan Presiden Joko Widodo dalam wujud Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) pada tanggal 9 Mei 2019 untuk Kategori Penghargaan Khusus Pembangunan Infrastruktur Daerah Skema KPBU, sebagai usaha yang memiliki inovasi pembiayaan terbaik Skema KPBU.

“Selain Proyek PSEL yang kita kenal saat ini, Kota Semarang juga telah membangun Instalasi PSEL berteknologi Landfill Gas di TPA Jatibarang yang akan menghasilkan listrik sebesar 0,8 MegaWatt. PJBL (Perjanjian Jual Beli Listrik) antara PT. PLN dengan PT. Bhumi Pandanaran Sejahtera (BUMD Kota Semarang) akan segera dilaksanakan,” ujar Ita sapaan akrab Hevearita.

Walau demikian, lanjut Ita, PSEL Landfill Gas tersebut belum mampu mengurangi volume sampah secara signifikan. Oleh karena itu, Proyek Pembangunan PSEL ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan sampah Kota Semarang dan dapat menjadi percontohan yang baik bagi kota-kota lainnya.

Ita menjelaskan, jika lokasi proyek berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Luas area sekitar 4 Ha dengan produksi sampah yang dihasilkan sekitar 1.000 ton/hari dari sampah padat kota Semarang. Persyaratan Minimum Proyek yang diajukan adalah teknologi harus terbukti dengan rekam jejak yang jelas dan sukses dalam mengolah sampah dengan komposisi mirip dengan proyek ini serta memiliki ketahanan terhadap perubahan komposisi sampah. Diharapkan teknologi ini dapat terbukti dalam mengurangi sampah Kota Semarang dan dapat mengendalikan emisi sesuai dengan standar internasional ataupun Indonesia.

Direktur Perencanaan Infrastruktur, BKPM, Heldy Satrya Putera dalam sambutannya menyampaikan bahwa Market Sounding PSEL Kota Semarang yang diadakan pada hari ini akan membahas dokumen OBC.

Berdasarkan dokumen OBC, Pemerintah Kota Semarang menekankan outcome proyek pada pengelolaan sampah kota sehingga tidak menutup kesempatan penggunaan teknologi lain selain Waste to Energy selama memenuhi ruang lingkup terkait spesifikasi output dan persyaratan minimum yang telah disepakati.

“Total investasi yang dibutuhkan akan bergantung pada jenis teknologi yang ditawarkan oleh perusahaan pada saat pengajuan proposal dokumen penawaran lelang. Mekanisme untuk pengembalian investasi adalah menggunakan tipping fee dengan indikasi kemampuan kapasitas fiskal Pemkot Semarang yaitu sebesar Rp 100 -150 Miliar per tahun,” kata Heldy.

Heldy menambahkan, tujuan kegiatan Market Sounding ini adalah untuk mendapatkan masukan (feedback) dari pasar terhadap bentuk kerjasama atau teknologi yang akan ditawarkan, disamping untuk menyampaikan keberadaan proyek ini kepada pasar.

“Setelah acara ini, BKPM bersama Pemerintah Kota Semarang senantiasa berupaya untuk tetap membina komunikasi dengan para peserta Market Sounding dalam bentuk penyampaian perkembangan terkini persiapan Proyek PSEL Kota Semarang hingga pada tahap Prakualifikasi nanti,” ujarnya saat menyampaikan sambutan pembukaan dalam kegiatan Market Sounding di Ruang Grand Ballrom, Gumaya Tower Hotel, Semarang, Selasa (13/08).

Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 200 peserta yang berasal dari perusahaan swasta nasional maupun asing dan BUMN di bidang pelaku industri pengelolaan sampah, kontraktor, perbankan dan lembaga keuangan, konsultan, asosiasi bisnis terkait, serta Kedutaan Besar dari negara sahabat, diantaranya adalah: General Electric, Itochu Corporation, PT. Siemens Indonesia, Samsung C&T Corporation, Fortum, PT Nusantara Infrastructure Tbk, PT. Tractebel Engineering Indonesia, Adaro Power, Marubeni, LEN Industri, Posco E&C, Sumitomo Corp,  JICA, PT Adhi Karya (Persero), PT PP Energi, PT. Waskita Karya (Persero) Tbk, PT. Hutama Karya, PT. Shanghai Electric Power Construction, dan perwakilan kedutaan Australia, Spanyol, dan Slovakia. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here