Home Ekbis Semarang Introducing Market Fasilitasi 200 UMKM

Semarang Introducing Market Fasilitasi 200 UMKM

466
0
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Masdiana Safitri (kanan) bersama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang Litani Satyawati saat memberikan keterangan pers terkait Festival Banjir Kanal Barat 2028 dan Semarang Introducing Market.

Semarang, 8/5 (BeritaJateng.net) – Pergelaran Semarang Introducing Market 2018 yang merupakan agenda tahunan Kota Semarang memfasilitasi lebih dari 200 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Tahun ini, sudah ketujuh kalinya kami berkolaborasi dengan penyelenggaraan Festival Banjir Kanal Barat (BKB),” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang Litani Satyawati di Semarang, Selasa.

Semarang Introducing Market merupakan ajang pameran produk UMKM Kota Semarang yang selalu digelar bersamaan dengan Festival BKB yang tahun ini berlangsung pada 11-13 Mei 2018.

Litani menjelaskan lokasi penyelenggaraan Semarang Introducing Market pada tahun ini pindah ke daerah Madukoro, namun masih berada di kawasan Sungai BKB yang lebih dekat ke muara.

“Kami ingin semua tempat di Semarang suatu saat bisa menjadi bagian destinasi wisata yang ekonomis. Dulu pernah di daerah Salaman Mloyo, sekarang pindah ke kawasan Madukoro,” katanya.

Nantinya, kata dia, jika proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang sudah rampung kemungkinan besar penyelenggaraan Semarang Introducing Market juga bakal di kawasan tersebut.

Menurut dia, kawasan Madukoro yang masih berada di sepanjang aliran Sungai BKB memiliki nilai eksotisme yang bagus dan “instagramable” karena letaknya yang berdekatan dengan muara sungai.

“Kali ini, kami menyediakan 100 “booth” secara gratis yang bisa diisi lebih dari 200 UMKM dengan berbagai produk unggulan dan berkualitas, tetapi dengan harga yang terjangkau,” katanya.

Saat ini, kata dia, sudah ada lebih dari 200 UMKM yang mendaftarkan diri untuk berpartisipasi dalam Semarang Introducing Market 2018, belum termasuk 50 “booth” untuk stan “Go-Food”.

Diakuinya, Semarang memiliki sejumlah galeri untuk memamerkan produk kerajinan UMKM dengan berbagai kelas, seperti Semarang Kreatif Galeri di kawasan Kota Lama untuk produk premium.

“Kemudian, di kawasan Balai Kota Semarang juga ada untuk produk menengah dan di sana (Semarang Introducing Market, red.) untuk masyarakat umum. Jangan khawatir, harganya murah, tetapi kualitas terjamin,” katanya.

Sesuai jadwal, kata dia, Semarang Introducing Market 2018 dimulai pada 11 Mei mendatang pukul 10.00-24.00 WIB, demikian juga hari kedua, sementara hari ketiga dibuka lebih awal mulai pukul 06.00 WIB.

“Namanya ‘introduce’. Kami ingin mengenalkan apa saja produk UMKM yang dimiliki Kota Semarang yang bisa menjadi produk unggulan. Apalagi sekarang eranya digital, bisnis ‘online’,” kata Litani. (El)