Home Headline Semarang Inovasi ‘Puskesmas 5G’, Aplikasikan 3M dalam Pelayanan

Semarang Inovasi ‘Puskesmas 5G’, Aplikasikan 3M dalam Pelayanan

162
Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh. Abdul Hakam.

Semarang, 18/10 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 37 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kota Semarang telah menerapkan inovasi pelayanan 5G (gesit, ga antre, ga ribet, gratis, dan go cashless). Pengaplikasian puskesmas 5G di masyarakat sesuai dengan protokol kesehatan yang digalakan pemerintah.

Wajib 3M yakni wajib menjaga jarak dan menghindari kerumunan jadi dasar agar masyarakat tidak mengantre panjang dan lama untuk pendaftaran pengobatan dan pemeriksaan, selain itu penggunaan cashless dengan Gopay juga sebagai upaya meminimalisir sentuhan jari. Selain tetap memperhatikan protokol kesehatan wajib memakai masker dan mencuci tangan dengan air mengalir atau hand sanitizer.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Moh. Abdul Hakam mengatakan, selama ini Puskesmas dipandang remeh dan sebelah mata. Sebagian masyarakat masih enggan memeriksakan diri ke puskesmas dengan berbagai alasan.

Melalui layanan 5G ini, pihaknya ingin memperbaiki mindset negatif masyarakat terkait pelayanan di Puskesmas.

“Kami perbaiki dari segi pelayanan maupun sumber daya manusia (SDM). Pelayanan harus cepat dan terintegrasi, termasuk menggandeng pihak ketiga dalam hal ini Gopay untuk membantu pelayanan go cashless di puskesmas sehingga masyarakat tertarik untuk periksa ke puskesmas,” jelas Hakam.

Dikatakannya, saat ini 37 puskesmas membuka pelayanan hingga pukul 17.00 WIB.

Kebijakan ini diberlakukan guna mengantisipasi masyarakat yang bekerja hingga sore agar tetap dapat periksa di Puskesmas.

Masyarakat juga dapat mendaftar secara online melalui program puskesmas tanpa antrean (Pustaka) hanya dengan mengirimkan pesan melalui SMS atau WA ke nomor masing-masing puskesmas.

“Pelayanan gratis juga sudah kami terapkan sejak lama. 37 puskesmas saat ini juga sudah paperless dan buka hingga 17.00 sejak 1 Juli lalu, sedangkan puskesmas go cashless mulai diterapkan sejak lama,” urainya.

Hakam optimis, masyarakat akan terdorong untuk datang ke puskesmas dengan adanya inovasi-inovasi pelayanan tersebut.

“Kami bukan mempengaruhi masyarakat untuk tidak ke rumah sakit, tapi puskesmas itu menjadi upaya kesehatan masyarakat (UKM) dimana kami melakukan upaya preventif,” katanya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

18 + four =