Home Ekbis Semarang Dianggap Potensial Pasar Layanan Internet

Semarang Dianggap Potensial Pasar Layanan Internet

image

Semarang, 3/12 (Beritajateng.net) – Kota Semarang dianggap potensial sebagai pasar layanan internet seiring dengan pesatnya pertumbuhan di sektor perumahan, kata Kepala Divisi Pemasaran Penyedia Jasa Layanan Internet MNC Play Aditya Haikal.

“Pertumbuhan pembangunan rumah di Semarang sangat bagus, ini yang membuat kami optimis dengan pasar jasa layanan internet, pada dasarnya kami memang menyasar ke segmen rumah tangga,” katanya di Semarang, Rabu.

Pihaknya mengaku optimis target awal jumlah pelanggan khusus Semarang yang mencapai 100 ribu pelanggan akan lebih banyak lagi mengingat antusiasme masyarakat lokal yang tinggi. Hingga saat ini, jumlah pelanggan yang dimiliki sudah mencapai 10 ribu pelanggan.

“Ditambah lagi pembangunan rumah yang terus berlangsung, maka kami yakin jumlah pelanggan hingga akhir tahun ini bisa mencapai 150 ribu,” katanya.

Semarang merupakan satu dari sejumlah kota besar yang dinilai bisa berkontribusi besar terhadap target jumlah pelanggan secara nasional. Kota-kota besar yang prospektif berkontribusi besar, seperti Jabodetabek, Semarang, Bandung, dan Medan.

“Target kami secara nasional bisa menjaring 1,5 juta pelanggan, harapannya 150 ribu di antaranya merupakan kontribusi dari Semarang,” katanya.

Menurut dia, kondisi tersebut tidak lepas dari 60-70 persen masyarakat di Semarang merupakan usia produktif sehingga kebutuhan mereka akan teknologi yang salah satunya internet, cukup tinggi.

Untuk mendongkrak jumlah pelanggan agar terus tumbuh, katanya, ada sejumlah keunggulan dari produk tersebut, salah satunya mengadopsi teknologi fiber optic yang menghadirkan koneksi internet berkecepatan hingga kemampuan gigabit per second.

“Selain itu, dengan produk yang sama kami juga menghadirkan fitur lain, yaitu TV kabel dengan 130 saluran. Untuk fitur ini ada sejumlah keunggulan yang kami berikan, salah satunya mampu memutar kembali tayangan yang sudah pernah diputar hingga tujuh hari ke belakang,” katanya.(ant/pj)