Home Headline Semarang Bakal Miliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Berkapasitas 0,8 Megawatt

Semarang Bakal Miliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Berkapasitas 0,8 Megawatt

230
0
Aktifitas di TPA Jatibarang Semarang
      SEMARANG, 15/5 (BeritaJateng.net)  – Pemkot Semarang bakal membangun dua Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang. Satu PLTSa saat ini sudah berjalan dan memasuki tahap akhir sedangkan satu PLTSa dalam proses kajian Feasibility Study (FS) atau kelayakan.
       Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri menuturkan, PLTSa yang dalam proses pekerjaan saat ini yaitu PLTSa Gas Metana yang nantinya akan memproduksi listrik sebesar 0,8 megawatt.
        “Targetnya Oktober 2018 ini pembangkit tersebut sudah beroperasi. Nantinya mampu menghasilkan listrik 0,8 megawatt,” kata Gunawan.
        Dikatakannya, PLTSa Gas Metana dibangun di TPA Jatibarang, Desa Bambangkerep, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, dikerjakan oleh kontraktor dari Malaysia.
        PLTSa itu merupakan bantuan dari Dermark dengan nilai Rp 45 miliar dan dibangun di atas lahan seluas 9 hektar yang dibebaskan menggunakan anggaran operasional Rp 9 miliar. Di area tersebut juga dibangun gas zona baru yang merupakan bantuan dari Kementerian PUPR senilai Rp 18 miliar.
        Nantinya, mesin pembangkit didatangkan dari Spanyol berkapasitas 0,8 megawatt. Mesin tersebut akan tiba di semarang pada Juni mendatang dan langsung dipasang di pembangkit listrik. “Kalau sekarang ini, prosesnya sampai ke penutupan membran,” paparnya.
        Selain PLTSa Gas Metana, Pemkot juga akan membangun satu PLTSa baru dengan teknologi insenerator berkapasitas 12 megawatt. Hanya saja, saat ini PLTSa kedua ini baru sampai tahap penyempurnaan FS.
         “Oktober-November mendatang baru proses lelang. Diharapkan Januari 2019, sudah mulai proses pekerjaannya. Nanti pembangunan multiyears yaitu 2019 dan 2020,” tambahnya.
         Ada perbedaan dari kedua PLTSa ini. Gunawan menyebutkan, untuk PLTSa Gas Metana hanya mengambil gas Metana yang diperoleh dari timbunan sampah TPA Jatibarang. Sedangkan PLTSa dengan teknologi Insenerator nantinya akan membakar sampah menjadi listrik berkapasitas 12 megawatt.
        Untuk pengelolaan kedua PLTSa itu, lanjutnya, akan nanti kita serahkan ke holding company BUMD milik Pemkot Semarang yaitu PT Bumi Pandanaran Sejahtera. Namun untuk penjualan listriknya tetap diserahkan ke PLN.
        Dengan adanya PLTSa kedua ini diharapkan akan mengurangi jumlah sampah yang menggunung di Jatibarang. Saat ini, produksi sampah di Kota Semarang mencapai 1.200 ton per harinya dan 80 persen di antaranya masuk ke TPA Jatibarang. Sisanya masuk ke bank sampah dan didaur ulang.
         “Dengan jumlah sampah yang ada, ini sangat berpotensi untuk diubah menjadi listrik sangat besar. Sehingga nantinya manfaatnya bisa dinikmati masyarakat Kota Semarang,” ujarnya. (El)