Home Hiburan Semarakkan “Pitulasan”, Warga Tanggung Rejo Gelar Pensi dan Karnaval

Semarakkan “Pitulasan”, Warga Tanggung Rejo Gelar Pensi dan Karnaval

pitulasan

Semarang, 22/8 (BeritaJateng.net) – Setiap memasuki bulan Agustus kampung-kampung di Semarang selalu terlihat menarik dengan berbagai hiasan mulai bendera warna merah putih maupun pernak pernik lampu warna warni, yang tak lain untuk menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia.

Merupakan sebuah tradisi di masyarakat tiap tahunnya dengan mengadakan berbagai lomba baik di tingkat RT, RW hingga Kelurahan. Lomba yang diadakan pun beragam, mulai lomba makan kerupuk, memasukan kelereng dalam botol, balap karung, bahkan yang ekstrem seperti panjat pinang.

Tak memandang umur maupun status sosial, semua lapisan masyarakat baik anak-anak hingga dewasa larut bereuphoria dalam setiap gelaran.

Masyarakat Jawa khususnya di Semarang mengistilahkannya dengan “Pitulasan” . “Pitulasan” ini berasal dari akar kata “Pitulas” yang dalam bahasa Indonesia berarti tujuh belas, tanggal di mana negara Republik Indonesia merdeka.

Tak terkecuali di Kampung Tanggung Rejo, Kelurahan Tambak Rejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Untuk memeriahkan HUT RI yang ke-70, warga kampung Tanggung Rejo menggelar pentas seni dan karnaval dua hari berturut-turut, Sabtu 22 Agustus hingga Minggu 23 Agustus 2015.

Dalam pentas seni ini berbagai acara menarik disuguhkan di dalamnya, diantaranya tari tradisional dan modern, paduan suara, pentas drama, dan group band.

Salah satu panitia, Alif Musthofa menjelaskan gelaran acara ini tak lain untuk menyambut sekaligus memeriahkan Dirgahayu HUT Republik Indonesia yang ke-70.

“Sebelumnya, pada hari Rabu kita juga menyelenggarakan kesenian Ketoprak, sedangkan untuk hari ini dan besok meliputi pentas seni dan karnaval sepeda hias,” terangnya.

Dijelaskan Alif, yang lebih menarik lagi dalam karnaval sepeda hias ini, peserta khususnya para ibu-ibu warga Kampung Tanggung Rejo, diharuskan memakai pakaian kebaya yang merupakan pakaian adat Jawa. Acara ini pun semakin lengkap kemeriahannya dengan adanya kesenian Barongsai.

“Tak hanya kesenian-kesenian Jawa, kita juga menyuguhkan atraksi barongsai, dan bagus menurut saya. Hal ini tak lain bagian dari akulturasi, di mana bangsa Indonesia merupakan bangsa yang beragam akan kebudayaanya,” pungkasnya. (BJT02)