Home Headline Selebgram Jessica Forrester Edukasi Bijak Gunakan Smartphone di Future Education Expo

Selebgram Jessica Forrester Edukasi Bijak Gunakan Smartphone di Future Education Expo

70
Selebgram Jessica Forrester Edukasi Bijak Gunakan Smartphone di Future Education Expo

Semarang, 7/11 (BeritaJateng.net) – Selebgram cantik yang telah sukses dijagat digital Jessica Forrester dan Psikolog anak Agnes Nugraheni beri edukasi bijak penggunaan smartphone kepada anak-anak dan pengunjung Future Education Expo 2019 yang digelar Halmahera Music School di Mall Paragon, Rabu malam.

Puluhan anak tampak antusias mendengar sesi parenting bertajuk ‘Edukasi Anak dalam Dunia Digital’.

Jessica Forrester yang dikenal sebagai wanita cantik yang sukses dalam dunia digital (Selebgram), memberikan tips khusus untuk mengedukasi anak agar tidak kecanduan gadget yang bisa merubah perilaku anak-anak.

“Kalau anak-anak sudah disuguhkan dan dimanjakan dengan membebaskan mereka menggunakan gudget, hal tersebut bisa mengakibatkan dampak negatif untuk perkembangan dan pertumbuhan usia mereka,” ujarnya.

Lebih jelas, selebgrab cantik nan pintar tersebut, memberikan tips khusus agar anak-anak tetap modern dan kekinian dengan pemanfaat teknologi khususnya penggunaan smartphone untuk kepentingan edukasi.

“Membebaskan anak menggunakan smarphone itu, bisa dimulai sejak usia dini dengan pantauan orang tua. Dan konteksnya harus dikendalikan orang tua agar anak bisa menyesuaikan tingkat kemampuan berfikirnya. Konten edukasi bisa diberikan untuk anak-anak usia balita, tetapi tetap dijaga seberapa lam anak tersebut, menggunakan gudget,” jelasnya.

Jessica berpesan, untuk anak diusai ABG jelang remaja, sebaiknya sudah bisa diarahkan untuk penggunaan gudget dengan baik, sesuai kebutuhan. Kekinian boleh, tetapi harus bermanfaat untuk diri sendri dan orang banyak untuk memanfaatkan kecanggihan teknologi smartphone.

Sejalan dengan Jessica, Psikolog Anak Agnes Nugraheni, tidak melarang anak-anak untuk menggunakan smartphone, tetapi harus dalam pantauan orang tua. Kalau dibebaskan tanpa dipantau akan berdampak negatif.

“Karakter anak bisa berubah indivudual, tidak kenal lingkungan dan cenderung autis asyik didunianya sendiri dalam penggunaan smartphone yang tidak dibatasi. Oleh karena itu, peran orang tua menjadi pionir pertama untuk mengendalikan gudget yang membuat anak bisa kecanduan,” tegasnya.

Menurutnya, dengan memberikan kegiatan nyata dan positif seperti sekolah musik dan lainnya, untuk anak tersebut, bisa berbagi waktu dan bermanfaat untuk dirinya sendiri, orang tua dan lingkungan sekitar.

“Perbanyak kegiatan yang dapat merangsang pertumbuhan dan cara berfikir anak dengan kegiatan nyata diluar pendidikan sekolah, agar anak tersebut, bisa mengembangkan bakatnya dengan baik,” pungkasnya. (El)