Home Lintas Jateng Selamatkan Sumber Air, Boyolali Galakkan Penghijauan

Selamatkan Sumber Air, Boyolali Galakkan Penghijauan

Boyolali, 4/12 (Beritajateng.net) – Pemerintah Kabupaten Boyolali terus menggalakkan gerakan penghijauan di daerah-daerah kritis yang tersebar di 19 kecamatan untuk menyelamatkan sumber mata air di wilayah itu.

Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun) Kabupaten Boyolali Bambang Purwadi di Boyolali, Kamis mengatakan gerakan menanam pohon di Boyolali sudah dilakukan sejak 2010 hingga sekarang guna mengurangi lahan kritis dan menyelamatkan sumber mata air.

Menurut dia, gerakan penanaman sejak 2010 hingga akhir 2014 ini, bibit pohon yang sudah ditanam mencapai sekitar 10 juta melalui program pembuatan hutan rakyat di lahan masyarakat.

Program gerakan menanam pohon di Boyolali, kata dia, anggarannya yang digunakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN dan sumbangan swasta dengan cara membagikan bibit pohon kepada masyarakat, kelompok tani di daerah lahan yang berpontensi kritis.

“Lahan potensi kritis di Boyolali, antara lain di kawasan lereng Gunung Merapi dan Merbabu baik di Kecamatan Selo, Cepogo, Ampel maupun Musuk. Selain itu, di Juwangi dan Wonosegoro atau Boyolali utara,” kata Bambang Purwadi.

Menurut dia, gerakan menanam banyak dilakukan di daerah serapan air antara lain di kawasan sumber mata air, dan dekat sungai-sungai dengan tujuan selain mengurangi potensi erosi, juga untuk menahan agar sumber aiar ke depan tetap hidup dengan baik.

“Penghijauan selain menahan bencana erosi, juga menyelamatkan atau melestarikan sumber mata air yang ada agar anak cucu kita bisa menikmati air dan bukan justru kekeringan yang dihadapi. Kita wariskan anak cucu kita dengan sejuta mata air bukan air,” katanya.

Bambang Purwanto menjelaskan, dari hasil pemetaan luasan lahan kritis di Kabupaten Boyolali semula mencapai 17 ribu hektare, tetapi dengan gerakan tanam pohon berkurang hanya sekitar enam ribu hektare.

Pihaknya optimistis dengan program penanaman pohon tersebut dengan target 12 juta pohon dapat terealisasi hingga akhir tahun ini.

“Program gerakan tanam pohon akan dampaknya juga mengantisipasi pemanasan global dan bencana alam,” katanya.(ant/pj)