Home Headline Selama Libur Lebaran, Semarang Zoo Raih Pendapatan Rp. 1,7 Miliar

Selama Libur Lebaran, Semarang Zoo Raih Pendapatan Rp. 1,7 Miliar

216
0
Wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita meninjau Semarang Zoo Mangkang.
       SEMARANG, 25/6 (BeritaJateng.net) – Salah satu tempat wisata keluarga ‘Semarang Zoo’ (Taman Margasatwa Mangkang) selama libur lebaran berhasik meraih pendapatan hingga mencapai Rp 1,7 miliar.
       ”Jumlah tersebut didapat selama sepuluh hari dalam  liburan Lebaran 2018. Adapun total pengunjung sekitar 89  ribu orang,” ujar Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Senin (25/6).
      Pihaknya berencana merehab lokasi wisata satwa tersebut agar  lebih menarik. Menurutnya, hal itu akan mulai dilakukan  pada tahun ini. Menurutnya Semarang Zoo merupakan salah tempat wisata  yang bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar. ”Pengelolaan dan pembenahan semua lini di Semarang Zoo  harus lebih baik agar bisa menjadi destinasi wisata  unggulan,” imbuhnya.
        Rencananya, lanjut Mbak Ita sapaan akrabnya, Semarang Zoo akan mengusung konsep wisata seperti Bali Zoo, sehinga nantinya bisa menjadi wisata andalan di Semarang maupun Jawa Tengah. Dimana didalamnya tidak hanya memamerkan fauna, namun juga dilengkapi dengan wahana bermain lainnya.
       “Konsepnya akan dibuat seperti Bali Zoo, jadi bisa menjadi wisata andalan di Jawa Tengah,” tambahnya.
       Sementara itu, Direktur Semarang Zoo, Samsul Bahri Siregar menjelakan jika saat ini pihaknya belum bisa menambah atau bertukar satwa dengan kebun binatang lainnya. Pasalnya Semarang Zoo saat ini belum memiliki ijin lembaga konsevasi (LK) dari Pemerintah. “Kami belum punya LK, jadi belum bisa menambah satwa ataupun membeli satwa baru. Bahkan bertukar dengan kebun binatang lain pun juga belum bisa,”ujarnya.
       Namun ditargetkan, tahun ini LK bisa turun lewat DPRD Kota Semarang dan Pemerintah Kota Semarang. Sehingga klasifikasi fauna yang ada saat ini bisa bertambah dengan cara menukar binatang. Saat ini sendiri ada beberapa jenis binatang  misalnya buaya dan harimau dimana populasinya terlalu banyak. “Jika kebanyakan bisa ditukar, nah ini membutuhkan LK. Tahun ini rencananya bisa turun,” ucapnya.
       Selain LK, lanjut Samsul, pihaknya berencana akan melakukan pembangunan wahana baru. Namun ia masih merahasiakan, jenis wahana baru yang akan dibangun paska dilalukan rebranding dari Pemerintah Kota Semarang. “Selain itu kami juga meminta agar taman lalu lintas bisa kami kelola, namun masih terkendala belum dilakukannya serah terima kepimilikan,” pungkasnya. (El)