Home News Update Sekretaris Komisi B DPRD Jateng: Promosi Investasi Jateng Masih Kurang

Sekretaris Komisi B DPRD Jateng: Promosi Investasi Jateng Masih Kurang

SEMARANG, 3/12 (Beritajateng.net) – Investasi di Jawa Tengah dinilai belum sesuai harapan. Hal ini ditengarai sebagai akibat dari kurang optimalnya promosi yang dilakukan Pemprov Jateng.

Sekretaris Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Ngainirrichardl mengatakan, promosi yang dilakukan Pemprov Jateng baik di tingkat nasional maupun internasional masih sangat kurang sehingga minat investore menanamkan dananya di Jawa Tengah masih rendah.

Dia mencontohkan, even promosi investasi yang dilakukan Pemprov Jateng saat ini adalah Central Java Investment Bisnis Forum (CJIBF) dilaksanakan dengan waktu yang sangat terbatas yakni dua hari dipandang belum bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

“CJIBF dilaksanakan hanya dua hari. Menurut saya sangat kurang sehingga hasilnya tidak maksimal,” ungkapnya, Jumat (3/12/2021) di Gedung Berlian DPRD Jateng Jalan Pahlawan Semarang.

Politisi yang akrab disapa Richard ini mengharapkan agar Pemprov Jateng dalam hal ini Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk kreatif membuat even sosialisasi potensi investasi di Jawa Tengah.

Menurut dia, Jawa Tengah memiliki potensi yang bisa diexplore untuk mendatangkan investasi. Seperti misalnya bidang Pariwisata, Pertanian dan Perkebunan, Perikanan dan industri.

“Penduduk Jawa Tengah mayoritas adalah petani, tanggal 5 Agustus yang lalu kita mengekspor hasil Pertanian senilai Rp 400 miliar ke 20 negara. Ini belum menarik investor di bidang Pertanian, ini peluang kan,” jelasnya.

Politisi PPP ini menambahkan, potensi pasar Beras Organik juga sangat tinggi. Saat ini negara negara di Timur Tengah membutuhkan 10.000 ton setiap 6 bulannya, namun sampai saat ini belum bisa dipenuhi.

“Potensi ini harus disikapi dengan serius, kalau investor mau masuk di bidang ini tentu bisa memenuhi permintaan pasar yang sangat besar tersebut,” bebernya.

Pada kesempatan terpisah, Kabid Perencanaan dan Pengembangan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Tengah Tafiana Dewi Handayani mengatakan, Pandemi berdampak pada semua sektor, termasuk sektor investasi. Selama 5 tahun sebelumnya investasi selalu meningkat, tetapi karena pandemi menurun.

“Tapi kita tetap berkomitmen tarik investasi karena merupakan salah satu upaya pemulihan ekonomi karena bisa menyerap tenaga kerja,” katanya.

Dia menjelaskan, triwulan satu 2021 investasi yang masuk ke Jawa Tengah sebesar Rp 38,19 triliun dari target Rp 53,53 triliun, terealisasi 71,43%. Jumlah proyek mengalami kenaikan, geliat ekonomi terlihat.

“Tahun 2021 sudah meningkat dari 2020. Kami gelar Central Java Investment Business Forum untuk tarik investor dalam dan luar negeri terhadap peluang investasi yang ditawarkan. Jumlah peminat meningkat, Jateng masih seksi bagi tujuan investasi. Realisasi triwulan ketiga banyak PMA untuk listrik, air, gas. PMDN industri mineral non logam, transportasi dan telekomunikasi,” urainya.

CJIBF selama 2 hari 10-11 November hasilkan 44 LOI kepeminatan investasi dengan total Rp 39 triliun.

“Walaupun pandemi Jateng masih diminati calon investor. Negara yang berminat Singapura, Jepang, India, RRT, Australia. Sektor yang diminati energi, manufaktur, jasa, infrastruktur. Dari 44 kepeminatan, PMDN 28, PMA 16,” tambahnya.

(NK)