Home News Update Sekolah Warga Untuk Lindungi Anak Berkonflik Hukum (AKH)

Sekolah Warga Untuk Lindungi Anak Berkonflik Hukum (AKH)

Sekolah Warga yang didirikan Sahabat Kapas
Sekolah Warga yang didirikan Sahabat Kapas
Sekolah Warga yang didirikan Sahabat Kapas

Solo, 30/5 (BeritaJateng.net) – Sekolah Warga yang digagas oleh Sahabat Kapas merupakan sarana pembelajaran masyarakat untuk merespon perkembangan permasalahan anak di Kota Surakarta.

Selain itu sekolah warga ini juga bertujuan untuk mendukung program kota Solo sebagai kota Layak Anak yang akan dideklarasikan oleh Walikota Solo  pada tahun 2016 besok.  

Dian Sasmita dari Sahabat Kapas menjelaskan sekolah warga yang digelar kali ini merupakan yang kedua kalinya dan sebagai lanjutan dari program sebelumnya. Tahap pertama sudah berlangsung pada tanggal 26-30 April 2-15 lalu yang mengajak 10 kelurahan untuk berpartisipasi. 

“Sekolah rakyat ini merupakan kerja sama lintas sektoral yang bekerjasama untuk membantu meningkatkan peran dan ketrampilan juga memberikan perlindungan bagi anak, khususnya anak yang berkonflik hukum (AKH),” jelas Dian Samita, Jumat (29/5/2015) malam.

Sedangkan maksud dari Anak berkonflik hukum (AKH) adalah anak yang masih dibawah umur berusia  lebih dari 12 tahun tetapi masih di bawah 18 tahun yang diduga melakukan tindak pidana. 

Sementara itu lanjut Dian Pemerintah Kota Surakarta juga  telah membentuk Pos Pelayanan Terpadu (PPT) di tiap Kelurahan, namun kendalanya yang dihadapi PPT diantaranya belum memiliki mekanisme penanganan AKH sesuai UU Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA). 

“UU SPPA mengamanatkan penanganan anak berkonflik hukum(AKH) bersifat pemulihan bukan balas dendam atau penjeraan. Semangat ini dikenal dengan keadilan restoratif,” tegas Dian lebih lanjut.

Untuk itulah Sekolah Warga Jilid Kedua ini bertujuan meningkatkan ketrampilan manajemen kasus bagi peserta dalam penanganan kasus AKH. Pembekalan materi dilakukan dengan metode diskusi interaktif dan bermain peran sehingga peseta dapat berpartisipasi dan mengaplikasikan materi yang diajarkan.  

Materi pembelajarannya terdiri dari pengenalan manajemen kasus dan peningkatan kapasitas peserta dalam melakukan konseling bagi AKH. Juga mengenalkan tentang tehnik pendekatan dan prinsip menjaga kerahasiaan. 

“Karena kerahasiaan identitas AKH menjadi prioritas dalam upaya kita mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak,” pungkasnya. (BJ24)