Home Lintas Jateng Sekolah Semarang Bersiap Hadapi New Normal

Sekolah Semarang Bersiap Hadapi New Normal

333

SEMARANG, 2/6 (BeritaJateng.net) – Sekolah-sekolah di Semarang, Jawa Tengah mulai mempersiapkan teknis kegiatan belajar-mengajar (KBM) di fase new normal. Salah satu hal mereka tekankan adalah memperbanyak koordinasi dengan orang tua siswa.

Kepala Sekolah SMPN 21 Semarang Suwarno Agung Nugroho mengatakan, saat ini pihaknya terus berkomunikasi dengan orang tua siswa. Ia mengaku, SMPN 21 Semarang telah siap jika siswa harus masuk sekolah kembali seperti biasa.

“Kami siap sambil terus berkomunikasi dengan orang tua siswa. Hal-hal teknis sudah kami bicarakan. Jadi sewaktu-waktu jika new normal berlaku, kami tidak gagap,” ucapnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah memasang tempat cuci tangan, melakukan penyemprotan disinfektan di sekolah, dan mengedukasi siswa melalui orang tua siswa.

“Tempat duduk dan meja siswa sejak dulu memang sudah satu meja satu siswa. Karena memang kami Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Jadi, tinggal pematangan teknis lainnya,” tambahnya.

Kesiapan serupa juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SMPN 5 Semarang, Teguh Waluyo. Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang belum menetapkan kapan berlakunya new normal, pihaknya terus melakukan persiapan sejak wacana tersebut muncul. Ia mengaku, terus mengoordinasikan persiapan itu dengan orang tua siswa melalui grup whatsapp (WA).

“Sebab bagi kami keamanan siswa juga bergantung pada perhatian orang tua mereka masing-masing,” katanya.

Teguh menambahkan, secara prinsip SMPN 5 Semarang siap menghadapi new normal. Jika memang new normal berlaku dan siswa harus masuk sekolah kembali, lanjut dia, ada tiga alternatif teknis KBM yang sedang dikaji pihak sekolah bersama orang tua siswa.

Tiga alternatif tersebut yakni separuh siswa KBM tatap muka dan separuh daring. Kedua, semua siswa masuk tatap muka, tetapi kelas dilengkapi pelindung atau sekat di tiap meja. Ketiga, menerapkan sistem moving class, yakni guru tetap berada di satu ruang kelas, siswa yang mendatangi guru tersebut sesuai jadwal.

“Sejauh ini dari tiga alternatif itu yang menurut kami paling ideal dengan kondisi saat ini adalah alternatif pertama. Selanjutnya akan kami kaji terus,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga sedang mempersiapkan selebaran berisi protokol tetap (protap) KBM. Selebaran itu akan dibagikan ke tiap siswa dan orang tua siswa. Menurutnya,  hal itu sebagai bentuk tanggungjawab sekolah terhadap siswa.

“Juga akan kami tempel di sudut strategis di sekolah. Orang tua kami libatkan, sebab kami hanya bisa memonitor siswa saat di sekolah. Di luar sekolah termasuk di rumah, orang tua juga mesti memonitor,” imbuhnya.