Home News Update Sekolah Kewirausahaan Latih Enterpreneur dan Kemandirian Siswa 

Sekolah Kewirausahaan Latih Enterpreneur dan Kemandirian Siswa 

1618
0
Sekolah Kewirausahaan Latih Enterpreneur dan Kemandirian Siswa 
       KAJEN, 27/9 (BeritaJateng.net) – Kini siswa SMA Negeri 1 Bojong sudah bisa menggali jiwa enterpreuner yang dimilikinya, setelah hari ini Kamis (27/09/18) para penegelola dan seluruh pihak di SMA bekerja sama dengan Bank Jateng bersepakat untuk menjadikan SMA Negeri 1 Bojong sebagai sekolah wirausaha yang ada di Kabupaten Pekalongan.
       Dalam acara yang dilangsungkan bersamaan dengan Dies Natalies SMA Negeri 1 Bojong ke-28 itu, diadakan penandatanganan deklarasi sekolah kewirausahaan oleh kepala sekolah dan para guru, pemecahan tempayan oleh kepala sekolah dan diakhiri dengan pelepasan balon oleh Bupati, yang sebelumnya sudah memberikan ucapan selamat dan sambutan kepada SMA 1 Bojong.
       ”Hari ini Alhamdulillah kita hadir di sekolah menengah atas negeri bojong untuk merayakan hari ulang tahun atau dies natalies. Saya mengucapkan selamat dies natalies SMA Negeri 1 Bojong, semoga seluruh siswanya kelak akan berprestasi semua, dan berguna bagi bangsa dan negara. Dan akan mejadi generasi yang sholeh sholehah dan membanggakan orang tuannya amin Allahuma Amin”, ujar Bupati.
        Bupati juga berpesan kepada seluruh siswa, bahwa di zaman sekarang ini bukanlah yang kuat yang akan menang. Tapi siapa yang berinovasi, pikirannya terbuka, dan bisa membaca fenomena yang ada diluar ialah yang akan menjadi pemenang. Hal ini juga sudah dilakukan di mancanegara, dimana 70-80% pendidikannya adalah pendidikan keterampilan dan sisanya baru akademik. Ini menunjukan betapa pentingnya keterampilan untuk menatap masa depan yang lebih baik. Deklarasi sekolah kewirausahaan inilah salah satu bentuk upaya pendidikan keterampilan.
        Sistem sekolah kewirausahaan ini adalah dimana siswa diberi kebebasan untuk berwirausaha apapun yang modalnya berasal dari sekolah sebesar satu juta rupiah. Sehingga ketika nanti usahanya sudah berhasil, modal yang diberikan bisa dikembalikan kepada sekolah lagi. Bahkan menurut bupati, Bank Jateng pun siap membantu program sekolah kewirausahaan ini dari segi permodalan. “Anak-anak dilatih wirausaha, dikasih modal oleh pak kepala sekolah satu juta, nanti kui kudu dibalekno kui modale kui. Sesok di diputer, direcycling dikembalikan lagi kepada anak didiknya. Nanti kalau kurang jangan khawatir bank jateng siap ngasih modal ya 100 juta lah kalu mau”, tutur Bupati
        Bupati berharap kebijakan yang diambil pihak sekolah SMA 1 Bojong ini bisa menginspirasi sekolah-sekolah lain agar bisa mendesain kebijakan yang berbasis pada kewirausahaan atau enterpreuner. Tentunya Pemkab akan membantu terutama pada aspek hasil karya siswa ini, karena yang perlu di share keluar. Sehingga nanti kita bisa pasarkan secara lebih maslahat.
        Pada akhir sambutannya, Bupati berjanji akan memberikan beasiswa bagi siswa-siswi yang berprestasi di bidang akademik, sebagai penyemangat para siswa-siswi di kabupaten pekalongan pada umumnya, dan siswa-siswi SMA Negeri Bojong pada khususnya dalam melakukan kegiatan di sekolah. Seperti Misalnya Beasiswa sebesar lima juta per tahun untuk siswa yang mau kuliah di AKN (Akademi Komuninat Negeri) Kajen dan menjadi Mahasiwa yang paling pintar di AKN Kajen.
        Kemudian untuk UNDIP, Bupati juga diberi kuota lima anak berprestasi dari golongan yang tidak mampu, atau hafal Alquran di wilayah kabupaten Pekalongan untuk bebas memilih Jurusan yang disukai, dan gratis tanpa biaya sepeserpun. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan generasi-generasi baik meskipun dari kalangan ekonomi tidak mampu, yang akan membawa Kabupaten Pekalongan kearah yang lebih baik. (ST/El)