Home Ekbis Sekda: Pedagang Kanjengan Harus Patuhi Hukum

Sekda: Pedagang Kanjengan Harus Patuhi Hukum

pasar kanjengan
Pasar Kanjengan Semarang

Semarang, 26/11 (BeritaJateng.Net) – Sekretaris Daerah Kota Semarang Adi Trihananto mengharapkan para pedagang di Pasar Kanjengan Semarang mematuhi keputusan hukum untuk mengosongkan bangunan pasar itu.

“Untuk Pasar Kanjengan, kan sudah menjadi keputusan pengadilan. Di mana keputusannya kan Blok C dan D (Pasar Kanjengan) harus dikosongkan oleh pedagang,” katanya di Semarang, Rabu (26/11).

Hal tersebut diungkapkannya usai menemui perwakilan para pedagang Pasar Kanjengan yang awalnya meminta beraudiensi dengan Wali Kota Semarang, namun akhirnya ditemui Sekda Kota Semarang.

Permasalahan Pasar Kanjengan bermula dari habisnya hak guna bangunan (HGB) PT Pagar Gunung Kencana yang berakibat terancamnya puluhan pedagang yang berjualan di Blok C dan D Pasar Kanjengan.

Dengan berakhirnya HGB, PT Pagar Gunung Kencana harus mengosongkan Blok C dan D Pasar Kanjengan dari pedagang yang selama ini menempati, namun upaya tersebut selalu ditentang pedagang.

Persoalan terus berlarut karena sebagian pedagang kemudian menggugat Pemkot Semarang, sementara perusahaan pemegang HGB berharap bisa memperpanjang dan mengelola kembali Pasar Kanjengan.

Menurut Adi, Pemerintah Kota Semarang sebenarnya telah menyiapkan tempat alternatif relokasi bagi pedagang di tiga titik, tetapi opsi yang diberikan pemerintah ditolak oleh pedagang.

Ketiga tempat relokasi, yakni Pasar Dargo, Pasar Induk Raharja (Pasindra) dan kawasan Jurnatan, bahkan beberapa pedagang Kanjengan siap “menyulap” Pasar Dargo menjadi pusat batu dan permata.

Pemkot Semarang, kata Adi, siap memfasilitasi dampak dari putusan hukum itu, termasuk masukan penggunaan lahan parkir di Pasar Johar sebagai tempat relokasi selama Pasar Kanjengan dibongkar.

Sementara itu, Agus, salah satu pedagang Pasar Kanjengan enggan banyak berkomentar perihal hasil pertemuan dengan Sekda Kota Semarang karena ketua paguyuban mereka tidak turut hadir.

“Ya, tidak jadi pertemuan. Batal. Ketua kami (Maryanto, ketua kelompok paguyuban pedagang blok C dan D Pasar Kanjengan, red.) tidak ada sehingga kami tidak berani mengambil keputusan,” tukasnya.

Akhirnya, pertemuan perwakilan pedagang Blok C dan D Pasar Kanjengan dengan Sekda Kota Semarang hanya berlangsung singkat, sekitar 15 menit tanpa menghasilkan keputusan apa pun. (ant/pri)

Advertisements