Home News Update Sejumlah Ruas Jalan Macet Akibat Genangan Air

Sejumlah Ruas Jalan Macet Akibat Genangan Air

Semarang, 30/12 (Beritajateng.net) – Arus lalu lintas di sejumlah jalan, seperti Jalan M.T. Haryono dan Jalan Kiai Haji Agus Salim, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa, terlihat macet akibat jalan tersebut terdapat genangan air hujan.

Menurut pantauan Antara, Jalan M.T. Haryono di kawasan Sayangan dan Jalan K.H. Agus Salim terjadi genangan air sepanjang 20 meter dengan tinggi 20 cm. Selanjutnya, untuk kawasan Bubakan sendiri, tinggi air hampir mencapai 30 cm.

Untuk menghindari kerusakan jalan yang tidak terlihat akibat tingginya genangan air tersebut, sejumlah kendaraan mengurangi kecepatan sehingga kemacetan pun tidak dapat dihindari.

Andi Kurniawan (23), warga setempat, mengatakan bahwa jalanan mulai tergenang sejak turun hujan sekitar pukul 11.00 WIB. Genangan sendiri makin tinggi akibat hujan deras yang tidak kunjung reda hingga tiga jam berikutnya.

Selanjutnya, Jalan Ronggowarsito yang menuju ke pelabuhan Tanjung Emas juga terjadi genangan air sepanjang 300 meter dengan ketinggian hampir 50 cm. Akibatnya, sejumlah kendaraan memilih untuk lewat di Jalan Arteri Yos Sudarso agar terhindari dari air rob yang relatift tinggi.

Sementara itu, di kawasan dalam pelabuhan, genangan air justru tidak terlalu tinggi. Berdasarkan pantauan, lapangan penumpukan kontainer tidak ada genangan air sehingga kegiatan operasional berjalan normal.

Menurut General Manager Terminal Peti Kemas Semarang Iwan Sabatini, lapangan penumpukan sudah dilengkapi dengan pompa air sehingga genangan air bisa langsung dialirkan ke laut.

Untuk operasional bongkar muat barang juga berlangsung lancar. Menurutnya, trailer pengangkut kontainer yang keluar dan masuk ke kawasan pelabuhan juga lebih banyak yang melewati Jalan Arteri Yos Sudarso sehingga operasional relatif lancar.

“Sejauh ini rob yang terjadi di Jalan Ronggowarsito tidak berpengaruh terhadap aktivitas kendaraan yang mengambil maupun mengirimkan barang melalui TPKS. Kondisi tersebut terlihat dari okupansi lapangan penumpukan kami,” katanya di Semarang, Selasa.

Diakuinya, kemarin okupansi lapangan penumpukan sempat mencapai 86 persen dari kapasitas penuh mencapai 16.000 kontainer. Akan tetapi pada hari Selasa sudah turun menjadi 70 persen. Tingginya lapangan penumpukan yang terjadi kemarin disebabkan oleh libur perusahaan sehingga operasional dihentikan.

“Pada hari ini sudah mulai banyak yang mengambil barang mereka karena perusahaan sudah beroperasi kembali sehingga okupansi lapangan penumpukan bisa dikatakan normal. Jadi, tingginya okupansi kemarin bukan karena cuaca,” katanya. (BJ)

Advertisements