Home News Update Seberangi Genangan Banjir, Petani Tewas Tenggelam 

Seberangi Genangan Banjir, Petani Tewas Tenggelam 

image

Kudus, 4/5 (Beritajateng.net)-Sukarman (65) warga RT 03/ RW 02, Desa Undaan Lor Gang 9, Kecamatan Undaan, Minggu (3/5) pukul 23.30 WIB ditemukan tidak bernyawa di genangan air di areal persawahan Undaan Lor Gang 7. Sebelumnya, sekitar pukul 17.30 WIB korban diketahui tenggelam di genangan air sekitar sawah miliknya. 

Keterangan yang dihimpun Beritajateng.netmenyebutkan, sore hari sekitar pukul 15.00 WIB korban bersama warga lainnya Jaswadi (48) dan Kusidi (53) berniat membersihkan sampah yang menyangkut di genangan air dekat sawah miliknya. Usai menyingkirkan sampah, ketiganya berniat pulang. Untuk menuju sawah atau ketika pulang ke rumahnya, ketiganya harus menyeberangi genangan air sepanjang sekitar 30 meter. Padahal, sebelum kejadian lokasi genangan tersebut habis dinormalisasi dan tanah bekas galian dibuat meninggikan tanggul.

Ketika ketiganya menyeberang hendak pulang, Jaswadi dan Kusidi menggunakan batang pisang karena kedalaman air. Sementara, korban menolak menggunakan batang pisang karena merasa dirinya piawi berenang. ”Ketika berada ditengah genangan, tiba-tiba tubuh korban terseret arus. Saat itu juga kami bersama beberapa warga langsung melakukan pencarian,” jelas saksi kepada petugas BPBD Kudus yang datang membantu melakukan pencarian. 

Setelah dilakukan pencarian hingga tengah malam, akhirnya tubuh korban ditemukan bersandar dipohon pisang dalam kondisi tidak bernyawa. Hasil pemeriksaan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. 

Kapolsek Undaan AKP Suparji dihubungi Beritajateng.net melalui sambungan telepon membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, hasil pemeriksaan tim medis pada hidung korban didapati lumpur yang diduga menjadi penyebab korban tidak bisa bernafas. 

”Dari keterangan saksi yang sebelum kejadian bersama korban, mereka menuju sawah menyeberangi areal genangan air dari limpasan sungai Wulan. Saksi juga mengatakan, di genangan tersebut kedalamannya antara dua meter hingga lima meter,” jelasnya. 

Setelah dilakukan pemeriksaan dan keluarga menyatakan telah menerima sebagai takdir, jasad korban diserahkan untuk dimakamkan. (BJ12)