Home Headline Sebelum Beraksi, Komplotan Remaja Begal Pesta Ciu

Sebelum Beraksi, Komplotan Remaja Begal Pesta Ciu

IMG_20150316_144211

Semarang 16/3 (Beritajateng.net)-Seorang pelaku remaja komplotan begal berinisial AR (17) warga Mranggen mengaku sebelum melakukan aksinya terlebih dahulu meminum miras jenis ciu.”Saya nongkrong dulu sambil minum ciu bersama teman-teman,”katanya saat gelar perkara di Polrestabes Semarang, Senin (16/3).

AR menambahkan usai pesta minuman keras jenis ciu mereka langsung merencanakan aksinya dengan membagi tugas.”Jadi setelah minum ciu selesai, kami bersama-sama merencanakan begal disuatu tempat. Sasaranya tidak masalah, yang penting ada orang sendiri langsung saya bacok, tanpa diancam,”imbuhnya.

Setelah membacok korbannya, ia langsung menyuruh temannya untuk mengambil barang berharga milik korban.”Usai saya bacok langsung ambil barang korban. Kita hanya mengincar uang, kalau motor korban kita tinggal dan beberapa ada yang kita rusak. Selama 16 kali beraksi sudah membacok korban sebanyak tiga kali,”akunya.

Selain menangkap AR, aparat Reskrim Polrestabes Semarang juga meringkus sembilan pelaku lainnya yang usianya masih remaja. Pelaku tersebut yakni TP (17), F (16), MAS (18), MUN (15), HAR (16), RH (14),SN (17) ke tujuh pelaku ini semuanya warga Mranggen. Sementara satu pelaku, AS (17) merupakan warga Sayung Demak.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono mengatakan,penangkapan kelompok ini berdasarkan laporan dari korban. Lalu salah seorang pelaku berhasil ditangkap, kemudian dikembangkan menjadi 10 pelaku.”Satu pelaku inisial I-N masih dalam pengejaran petugas, komplotan initergolong sadis, pasalnya mereka langsung membacok korbannya tanpa di ancam dulu,” tuturnya.Djihartono menambahkan terkait pelaku kejahatan ini tergolong masihremaja, pihaknya tetap akan melalukan penahanan.”Proses hukum tetap berjalan dengan langkah undang-undang perlindungananak,”jelasnya.

Terkait beberapa pelaku kejahatan jalanan rata-rata masih pelajar SMPmenjadi pembelajaran bagi orang tua agar memantau anaknya agar tidakterjerumus kenakalan.”Pelaku ini rata-rata dari orang berada, mereka melakukan kejahatanitu tidak murni kebutuhan. Jadi pelaku ini sebagai contoh orang tuaagar tidak membiarkan anaknya bergaul bebas,”tandasnya.

Dari tangan pelaku petugas mengamankan empat senjata tajam berupa dua celurit, satu parang, dan satu pisau dapur. Semua pelaku ini dijeratdengan pasal 365 tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman penjara minimal 7 tahun penjara.(BJ04)

Advertisements