Home Hukum dan Kriminal Sebanyak 84 Narapidana mendapatkan Remisi

Sebanyak 84 Narapidana mendapatkan Remisi

Remisi

Jepara, 17/8 (BeritaJateng.net) – Upacara HUT RI ke 70 tahun diperingatai oleh seluruh pegawai dilingkungan Sekretaris Daerah Jepara bersama dengan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (LP) Jepara dan BUMD di Halaman Setda Jepara. Bertindak sebagai inspektur Upacara Wakil Bupati Jepara Subroto dan juga nampak Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Sekda Jepara Sholih, Kepala Rutan Jepara Sriyanti dan para Penjabat dilingkungan Pemerintahan Jepara.

Dalam Upacara ini Bupati Jepara bersama Wakil Bupati Jepara secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : W13.1156, PK.01.01.02 Tahun 2015 tentang Pemberian Remisi Umum 17 Agustus 2015, kepada Surur Khikmawati dan Edi Priyanto serta pemberian talih asih.

Pemberian remisi umum diberikan kepada Narapidana dan Anak Pidana adalah merupakan perwujudan dari pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia berdasarkan system pemasyarakatan. Remisi Umum 17 Agustus diberikan kepada Narapidana dan anak pidana yang berkelakuan baik dan memenuhi syarat lainnya.

Sebanyak 84 orang dari Rutan Jepara telah memberikan Remisi Umum masing-masing dari Remisi Umum I (17 Agustus) ada 69 orang dengan masa potongan tahanan antara 1 bulan sampai 6 bulan dan Remisi Umum II (setelah ikut Upacara Langsung bebas) sebanyak 15 Orang.

Sementara itu Wakil Bupati Jepara dakam sambutannya mengucapkan selamat kepada narapidana di Rutan Jepara yang telah mendapatkan Remisi Umum pada tanggal 17 Agustus hari ini. Dimana Remisi merupakan instrumen yang dapat merubah perilaku pidana, karena itu remisi hanya diberikan kepada narapidana yang berkelakuan baik. Sedangkan narapidana yang melakukan pelanggaran peraturan dan tata tertib tidak akan mendapatkan remisi.

“Dengan remisi diharapkan dapat mempercepat proses kembalinya narapidana dalam kehidupan masyarakat, juga akan memperbaiki hubungan antara narapidana dan keluarganya,” kata Subroto dalam sambutan.

Subroto menegaskan, sekarang ini Jepara sedang menghadapi tantangan yang sangat besar, dimana tingkat kemiskinan penduduk di Kabupaten Jepara mencapai 9,23 persen dan tingkat pengganguran mencapai 6,28 persen. Tidak hanya itu saja, pemerintah harus bisa mempersiapkan menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Infrastruktur, kemandirian desa, kekerasan terhadap anak, angka kematian ibu, narkotika dan lainnya.

“Semua permasalahan tersebut bisa kita tindaklanjuti secara bersama-sama bergotong royong dari semua elemen masyarakat Jepara,”pungkas Subroto.(BJ18)