Home Hukum dan Kriminal Sebanyak 6.343 Narapidana se-Eks Karisidenan Semarang mendapat Remisi

Sebanyak 6.343 Narapidana se-Eks Karisidenan Semarang mendapat Remisi

Gubernur Jateng, Plh. Kakanwil Jateng, Kepala Lapas Wanita berfoto bersama dengan perwakilan narapidana penerima remisi dalam rangka HUT RI ke 70.
Gubernur Jateng, Plh. Kakanwil Jateng, Kepala Lapas Wanita berfoto bersama dengan perwakilan narapidana penerima remisi dalam rangka HUT RI ke 70.
Gubernur Jateng, Plh. Kakanwil Jateng, Kepala Lapas Wanita berfoto bersama dengan perwakilan narapidana penerima remisi dalam rangka HUT RI ke 70.

Semarang, 17/8 (BeritaJateng.net) – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70, sebanyak 6.343 narapidana dari tujuh Lapas dan Rutan se-eks Karisidenan Semarang mendapatkan pengurangan masa pidana (Remisi).

Hal tersebut di sampaikan Plh. Kepala Kantor Wilayah Jateng Tarsono saat Upacara Penyerahan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Ham RI Tentang Remisi Umum dan Dasawarsa Narapidana di Lapas Wanita Bulu Semarang, Senin (17/8).

Dalam sambutannya, Tarsono memaparkan, pemberian remisi kepada warga Binaan Pemasyarakatan yang telah memenuhi syarat selalu merupakan agenda rutin Kemekumham dan pemerintah daerah. Remisi diberikan bagi Narapidana dan anak pidana di Jawa Tengah.

Menurutnya, ada tujuh Lapas dan Rutan se-eks Karisidenan Semarang yang hadir dan menerima remisi, yakni Lapas Kelas I Semarang, Lapas Wanita Kelas II A Semarang, Lapas Kelas II A Ambarawa, Lapas Kelas II A Kendal, Lapas Terbuka Kelas II B Kendal, Rutan Kelas II B Salatiga, Rutan Kelas II B Demak, dan Lapas Anak Kelas II Kutoarjo.

Sebanyak 6.343 Narapidana menerima remisi yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
Sebanyak 6.343 Narapidana menerima remisi yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

“Tahun ini tahun dasawarsa, sehingga Menkumham Jawa Tengah mmberi remisi pada narapidana kepada total 6.343 napi,” kata Plh. Kepala Kantor Wilayah Jateng Tarsono.

Ia menjelaskan, remisi yang di berikan memiliki rincian, remisi umum I sebanyak 3.982 orang. Remisi umum II sebanyak 546 orang, remisi dasawarsa I sebanyak 1.150 dan remisi dasawarsa II sebanyak 65 0rang.

“Warga Binaan Pemasyarakatan tetap memiliki hak yang di jamin Undang-undang Nomor 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan, yakni salah satunya mndapatlan pengurangan masa pidana (Remisi),” katanya.

Sistem pemasyarakatan merupakan rangkaian penegakan hukum yang bertujuan agar Warga Binaan Pemasyarakatan menyadari kesalahannya, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat di terima kembali oleh lingkungannya, serta dapat berperan aktif dalam pembangunan dan dapat hidup dengan wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab. (Bj05)