Home News Update Sebanyak 22 Kecamatan di Tangerang Terendam Banjir

Sebanyak 22 Kecamatan di Tangerang Terendam Banjir

Pengendara sepeda motor nekat menerjang genangan banjir di ruas jalan Desa Tegal Sambi.
Pengendara sepeda motor nekat menerjang genangan banjir di ruas jalan Desa Tegal Sambi.
Pengendara sepeda motor nekat menerjang genangan banjir di ruas jalan Desa Tegal Sambi.

Tangerang, 13/2 (BeritaJateng.net) – Banjir yang melanda Kabupaten Tangerang, Banten, merendam sebanyak 43 desa di 22 kecamatan, menyebabkan lebih dari 90.000 jiwa mengungsi.

“Kami juga sudah menyalurkan sebanyak 90 ton beras untuk keperluan para pengungsi di sejumlah lokasi pengungsian,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Teteng Jumara di Tangerang, Jumat.

Teteng mengatakan pihaknya sudah menurunkan 15 perahu karet pada lokasi yang rawan terhadap banjir.

Banjir makin meluas di wilayah ini, padahal sebelumnya hanya merendam beberapa desa pada 10 kecamatan dan mendistribusikan empat ton beras.

Namun sejak Kamis (12/2) malam air terus bertambah dan beberapa sungai meluas menyebabkan air bah mengenangi rumah penduduk dan areal pertanian.

Banjir akibat hujan yang turun sejak tiga hari terakhir ini menyebabkan sejumlah sungai di Kabupaten Tangerang seperti Cimanceuri, Cidurian dan beberapa anak sungai Cisadane lainnya meluap.

Para korban banjir juga terkena serangan flu dan batuk serta gatal-gatal akibat kondisi cuaca dan rumah mereka terendam air dalam waktu yang lama.

Dia mengatakan sejumlah kecamatan yang rawan banjir seperti Kecamatan Kronjo, Kresek, Pakuhaji, Pasar Kemis, Mauk dan Rajeg telah siaga perahu karet untuk memudahkan warga mengungsi.

Selain perahu karet, pihak BPBD juga telah menyalurkan aneka logistik untuk warga yang mengungsi seperti mie instan, susu, selimut dan perlengkapan lain.

Sedangkan pihaknya juga menerima bantuan dari beberapa pengusaha yang peduli terhadap banjir dan mereka telah menyalurkan secara langsung kepada warga.

Pihaknya juga memiliki persediaan logistik penangganan banjir di gudang BPBD di Desa Kadu, Kecamatan Curug sebagai antisipasi bila air bah tambah meluas.

Bahkan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar sejak dua hari terakhir ini berkantor di sejumlah desa dan memantau kondisi di lapangan bersama aparat instansi terkait.

Teteng menambahkan pihaknya saat ini sedang meminta persediaan beras sebanyak 50 ton ke Bulog sebagai langkah antisipasi kebutuhan pengungsi di lokasi banjir.

Sebelumnya, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Tangerang, yang rencananya digelar di Kecamatan Sukadiri terpaksa dibatalkan akibat arena lomba dan panggung utama terendam banjir.

Ketua Lembaga Pengembatan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Tangerang Iskandar Mirsyad mengatakan karena situasi dan kondisi yang ada maka MTQ terpaksa ditunda hingga hingga Senin (23/2) menunggu konfirmasi dan persiapan dari panitia. (ant/BJ)