Home News Update SD Srondol Wetan 04 Buat Alat Peraga Dihari Guru Nasional

SD Srondol Wetan 04 Buat Alat Peraga Dihari Guru Nasional

Semarang, 25/11 (BeritaJateng.net) – Lomba membuat alat tepat guna berupa alat peraga pendidikan diadakan di lingkungan SD Srondol Wetan 04, Banyumanik Semarang. Kegiatan ini sekaligus dalam rangka HUT PGRI ke 70 dan HUT Guru Nasional, Rabu (25/11).

Sebelum lomba digelar telah dilakukan upacara terlebih dahulu oleh seluruh siswa dan guru SD Srondol Wetan 04. Hal ini bertepatan dengan Hari Guru, oleh karena itu yang menjadi petugas upacara semuanya adalah guru.

Lomba pembuatan alat peraga pendidikan ini baru pertama kali dilaksanakan, mengingat pada tahun sebelumnya SD Srondol Wetan 04 melaksanan lomba yang bertemakan ‘Murid-Murid Mengidolakan Gurunya’.

Menurut Kepala Sekolah, Widji Handani., S. Pd pada tahun lalu lomba dengan tema ‘murid-murid mengidolakan gurunya’ dilakukan dengan membuat brosur-brosur yang ditujukan kepada Kepala Sekolah, guru kelas VI, guru kelas V, guru kelas IV, guru kelas III, guru kelas II dan guru kelas I.

“Dari sana terlihat guru-guru mana yang diteladani dan diidolakan oleh siswa termasuk juga dalam lomba baca puisi,” ungkapnya.

Berdasarkan pengamatan Kepala Sekolah SD Srondol Wetan 04 dalam lomba kali ini semua guru sangat antusias mengikuti, mulai dari guru mata pelajaran, guru kelas, guru olah raga hingga guru agama.

HARI GURU (2)

“Kedepan kami ingin mengajak guru-guru untuk bisa profesional pada bidangnya masing-masing. Khususnya dalam menggunakan alat peraga supaya tidak ‘grambyangan’ dalam mengajar, namun siswa bisa lebih konkrit dalam belajar menggunakan alat peraga,” terangnya.

Melihat alat-alat peraga dari perlombaan tersebut kepala sekolah menilai hasilnya bagus, padahal bahan-bahannya menggunakan barang bekas kalaupun membutuhkan biaya dengan bahan baru hal itu bisa ditanggung. Misalnya dalam bentuk alat peraga lampu merah dan hijau serta alat peraga air menekan ke segala arah.

“Misalnya Guru kelas 1, membuat alat peraga macam-macam benda, ada juga guru Agama Islam membuat alat peraga penentu waktu sholat berupa klasifikasi matahari. Sedangkan guru Agama Kristiani membuat alat peraga berupa pohon natal,” tutur Widji Handani saat ditemui di ruang kepala sekolah, Rabu (25/11) sore.

Dari setiap lomba itu, lanjutnya akan diambil lima pemenang. Ada juara 1, 2 dan 3 ditambah untuk juara 3 ada tiga orang pemenang.

Kepala Sekolah SD Srondol Wetan 04 berharap dengan adanya lomba alat peraga ini bisa sebagai sarana belajar mengajar guru nantinya.

“Selain itu, siswa bisa tahu persis kegunaan alat peraga, salah satunya peraga air tidak mengalir dari atas ke bawah namun ke segala arah. Guru juga bisa lebih profesional pada bidangnya masing-masing,” pungkasnya. (BJT01)