SBY Ajak Kader Demokrat Prioritaskan Pengurangan Kemiskinan

     Semarang, 14/6 (BeritaJateng.net) – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan kader Partai Demokrat yang duduk di jajaran pemerintahan, khususnya pemimpin daerah wajib memprioritaskan pengurangan kemiskinan.
     “Khusus untuk kader Demokrat yang sedang mengemban tugas di jajaran pemerintah, bisa gubernur, bupati, dan wali kota atau wakilnya. Saya berharap kebijakan dan program di daerahnya tetaplah prioritaskan pengurangan kemiskinan,” katanya di Semarang, Selasa.
     Hal tersebut diungkapkan Presiden Ke-6 RI itu saat Safari Ramadhan Partai Demokrat di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang berlangsung di Hotel Gumaya Tower, Semarang.
     Ia ingin mengajak seluruh pihak, dan secara khusus keluarga besar dan kader Partai Demokrat lebih dari mengajak untuk mengimplementasikan Sila Kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
     “Kebijakan dan program di daerah masing-masing, tetapkah prioritaskan pengurangan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan sosial dan ekonomi. Wajib hukumnya. Karena saudara sedang mengemban amanah,” katanya.
     Bagi kader Partai Demokrat yang mengemban tugas di legislatif, lanjut dia, baik DPR RI, DPRD provinsi maupun kabupaten/kota untuk memastikan agar kebijakan pemerintah, baik pusat maupun daerah membikin masyarakat semakin sejahtera.
     “Saya berharap pastikan mitra saudara. Kalau di DPR, mitranya, ya, Presiden, menteri, atau lembaga pemerintah non-kementerian. Kalau DPRD provinsi, ya, gubernur, demikian pula DPRD kabupaten/kota mengenai program pemerintah,” katanya.
     Diharapkan, kata dia, kebijakan dan program yang dijalankan pemerintah semakin membuat seluruh masyarakat sejahtera, bukan hanya sebagian masyarakat.
     Seiring dengan itu, SBY juga menyampaikan sekarang ini ada masyarakat yang kaya menjadi semakin kaya, tetapi benar-benar tidak peduli terhadap saudara-saudara mereka yang miskin dan tidak mampu.
     Oleh karena itu, ia memberikan peringatan “lampu kuning” kepada kader Demokrat yang berlaku semacam itu, yakni semakin kaya namun sama sekali tidak berbagi dan tidak peduli dengan saudaranya yang susah.
     “Yang tidak boleh, yang dilarang adalah kaya dengan cara korupsi, kaya dengan cara-cara yang tidak halal. Itu ‘lampu merah’,” tegasnya.
     Pada Safari Ramadhan di Semarang itu, SBY hadir didampingi Ani Yudhoyono, beserta kedua putranya, yakni Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono. (El)

Tulis Komentar Pertama

TINGGALKAN TANGGAPAN