Home Headline Satu Orang Jadi Tersangka Kasus Sabung Ayam Blora

Satu Orang Jadi Tersangka Kasus Sabung Ayam Blora

246
Kasat Reskrim Polres Blora AKP Setiyanto.

BLORA, 22/12 (BeritaJateng.net) – Satu orang dinyatakan menjadi tersangka kasua judi sabung ayam yang terjadi di dukuh Sukorame, desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Blora, Jawa Tengah yang terjadi pada Minggu (20/12) kemarin.

Sebelumnya, Satuan Reskrim Polres Blora menggerebek arena sabung ayam yang ada di dukuh Sukorame Desa Tutup, mengamankan 10 orang pelaku judi sabung ayam dan 44 sepeda motor sebagai barang bukti.

Diketahui satu orang tersangka berinisial SL (53), warga Kelurahan tambahrejo, Kabupaten Blora. Dalam perjudian sabung ayam, tersangka bertindak sebagai juru timer dalam adu ayam tersebut.

Kapolres Blora AKBP Ferry Irawan, melalui Kasat Reskrim Polres Blora AKP Setiyanto mengatakan, penetapan satu tersangka dilakukan setelah petugas melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang diamankan saat penggerebekan.

Menurutnya, sembilan orang yang sebelumnya diamankan akhirnya ditetapkan sebagai saksi lantaran tidak terbukti terlibat dalam sabung ayam tersebut.

“Karena mereka belum terbukti terlibat, sembilan orang hanya bersifat saksi kejadian,” kata AKP Setiyanto, Selasa (22/12/2019) saat ditemui wartawan di ruangannya.

Meski demikian, pihaknya masih memburu pelaku sabung ayam lainnya, yang berhasil kabur saat penggerebekan. Polisi mengaku sudah mengantongi identitas orang tersebut.

Dalam pengerebekan sabung ayam petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa, 44 sepeda motor, lima Ayam Jago beserta kandangnya, yang saat ini masih diamankan di halamam belakang Polres Blora.

AKP Setiyanto, mengatakan akan mengembalikan sepeda motor yang sebelumnya diamankan oleh petugas apabila pemilik emang terbukti tidak terlibat dalam sambung ayam tersebut, tentunya dengan menunjukan bukti bukti surat kendaraan bermotor.

“Untuk sepeda motor yang kita amankan, nantinya akan kita kembalikan kepada pemiliknya, namun harus melalui proses pemeriksaan terlebih dahulu. Dan tentunya pemilik harus bisa menunjukan surat surat bermotornya tersebut,” pungkasnya. (Her/El)