Home Headline Satu Komplotan Spesialis Curanmor di Semarang Dibekuk Polisi

Satu Komplotan Spesialis Curanmor di Semarang Dibekuk Polisi

1044

IMG_0036[1]

Semarang, 23/10 (BeritaJateng.net) – Tim Resmob Polrestabes Semarang berhasil meringkus komplotan pencuri kendaraan bermotor yang beraksi di sejumlah wilayah Kota Semarang. Sedikitnya ada empat pelaku yang berhasil dibekuk, diantaranya Dedi Setiawan (20), Vijai (19) keduanya warga Sambiroto Semarang dan Najib Zakaria (18) warga Perbalan Semarang, serta seorang lagi yang masih dibawah umur.

Dalam kurun waktu satu tahun para pelaku ini telah melancarkan aksinya sebanyak 27 TKP yang berbeda di wilayah Kota Semarang. Tempat yang sering dijadikan sasaran para pelaku diantaranya kos-kosan, kampus-kampus, tempat parkir swalayan, hingga kawasan pemukiman warga.

Kali terakhir, para pelaku melancarkan aksinya di kawasan Bulusan, Tembalang, Kota Semarang, pada hari Selasa (20/10) malam. Akibat aksinya ini, korban seorang mahasiswa bernama Bimanto Bayu Bintoro (19) warga Lemah Bang, Ngemplak Boyolali mengalami kerugian sebuah sepeda motor jenis Honda Supra tahun 2010 warna hitam.

Dihadapan petugas, para tersangka mengaku tidak butuh waktu banyak untuk menggondol sebuah sepeda motor. Mereka biasa menjual motor hasil curiannya itu dengan harga Rp. 1,2 Juta.

“Paling tidak sampai 5 menit untuk bisa ambil. Alatnya ya cuma kunci leter T. Tiap motor saya biasa dapat untung dua ratus hingga tiga ratus ribu. Uangnya paling buat mabuk,” ujar Najib.

Selain itu petugas juga mengamankan seorang lagi bernama Syaiful Aziz yang berperan sebagai penerima hasil dari kejahatan ketiga pelaku. Oleh Syaiful, motor hasil curian itu dijual ke sejumlah wilayah di perbatasan Mijen, Demak.

“Saya jual di daerah perbatasan Mijen, Demak. Tapi tergantung pesanan juga,” ujar pria yang kesehariannya sebagai pedagang buah itu.

Dari tangan tersangka disita barang bukti sebanyak 12 unit sepeda motor dari berbagai jenis dan merk. Satu diantaranya digunakan para tersangka untuk beraksi.

Selanjutnya, para tersangka ini diamankan di Mapolrestabes Semarang guna proses hukum lebih lanjut.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin menghimbau kepada masyarakat yang pernah kehilangan sepeda motor untuk datang di Mapolrestabes. Apabila melihat dan ada diantara sekian barang bukti yang disita pihaknya, untuk kemudian dapat segera melapor ke Sat Reskrim Polrestabes Semarang.

“Gratis tidak dipungut biaya. Tentunya dengan membawa beberapa persyaratan. Kalau STNK hilang ya BPKB. Kemudian surat tanda bukti lapor kehilangan. Kapan, dimana, biar disesuaikan dengan tempat kejadian perkaranya,” kata Burhanudin, Jumat (23/10) siang.

Lebih lanjut Kapolrestabes juga menyarankan kepada para pengguna sepeda motor untuk berhati-hati dan mengantisipasi akan maraknya pencurian kendaraan bermotor dengan memasang kunci pengaman tambahan.

“Saya berharap dan menghimbau kepada pengguna sepeda motor, hendaknya senantiasa berhati-hati dan harus menambah kunci pengaman supaya pelaku kejahatan tidak mudah mengambil kendaraan yang dijadikan sasaran,” pungkasnya. (Bjt02)

Advertisements