Home Headline Satresnarkoba Salatiga Berhasil Menciduk Pengedar Sabu-sabu

Satresnarkoba Salatiga Berhasil Menciduk Pengedar Sabu-sabu

Satresnarkoba Polres Salatiga berhasil menciduk pengedar sabu-sabu
Satresnarkoba Polres Salatiga berhasil menciduk pengedar sabu-sabu
Satresnarkoba Polres Salatiga berhasil menciduk pengedar sabu-sabu

Semarang, 18/5 (BeritaJateng.net) – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Salatiga menciduk Joko Agung alias Gogo (42), seorang pengedar sabu-sabu di tangkap Jalan Seruni Kampung Jetis  Rt 06 Rw 03 Kelurahan Sidorejo Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga, Sabtu 16 Mei 2015 pukul 23.00 WIB kemarin.

Didalam kartu identitasnya, Joko Agung alias Gogo berprofesi sebagai buruh, dan beralamat di Jalan Karangasen Rt 01/Rw 03 kelurahan Sriyo Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar.

Barang bukti yang berhasil diamankan
Barang bukti yang berhasil diamankan

Kasat Narkoba Polres Salatiga AKP Siti Markumah SH., MH mengatakan, tersangka sebelumnya pernah di penjara dengan kasus Pengedar Sabu dan ditahan selama 4 tahun di LP Salatiga. “Ia baru keluar (dari LP. Salatiga, Red.) tanggal 15 Januari 2015 lalu,” ungkapnya.

Ditemukan barang bukti berupa satu paket sabu terbungkus klip bening dalam saku celana tersangka, lima sabu terbungkus plastik berada dalam bungkus rokok magnum, satu paket sabu terbungkus plastik bening dalam bungkus rokok marlboro, satu paket Ekstasi berisi 72 butir, satu paket Ekstasi berisi lima buah, dua pak plastik dalam klip bening, satu buah botol kaca yang digunakan sebagai bong, dua buah potongan sedotan warna putih, dua buah potongan sedotan warna hitam dan alumunium foil dalam bungkus rokok Esse.

Bukan hanya itu, ditemukan pula dua buah pipet, dua korek api gas warna kuning dan biru, satu timbangan digital, satu buah HP merk Maxtron, satu buah HP merk Samsung warna casing putih, satu buah celana panjang warna hitam, satu unit Sepeda motor Honda Vario Nopol AD 2904 UK beserta kunci dan STNK.

“Atas perbuatannya, Joko alias Gogo dijerat pasal 112 ayat (2) sub pasal 115 ayat (1) UURI No 35 th 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 20 tahun penjara, denda  minimal Rp. 800 juta maksimal Rp. 8 miliar,” papar Siti. (BJ)