Home Headline Satpol PP Tertibkan PKL Pedestrian Kokrosono

Satpol PP Tertibkan PKL Pedestrian Kokrosono

308
0
Satpol PP Tertibkan PKL Pedestrian Kokrosono

SEMARANG, 6/12 (BeritaJateng.net) – Tim gabungan dari Kecamatan Semarang Tengah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satop PP), Dinas Perdagangan, Dinas Perhubungan dan Kepolisan melakukan penertiban terhadap puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang pedestrian Jalan Kokrosono, Kelurahan Pindrikan Lor, Kecamatan Semarang Tengah, Rabu.

Dalam penertiban itu, satu pedagang terpaksa diamankan petugas karena melawan saat berlangsungnya penertiban. Selain itu juga dilakukan penyitaan terhadap seluruh barang dagangan untuk dilakukan pendataan.

Terkait hal itu, Kasie Trantib Kecamatan Semarang Tengah Wahid Budiyono menjelaskan penertiban terhadap PKL tersebut merupaka instruksi langsung dari Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Hal ini mengingat keberadaan PKL dinilai mengganggu para pengguna jalan dan merampas hak dari pejalan kaki.

“Ini intruksi dari Walikota yang kebetulan secara lisan meminta kawasan PKL Jalan Kokrosono mulai dari pertigaan Jalan Siliwangi hingga rel kereta api bersih dari PKL (steril),” katanya, usai melakukan penertiban.

Lebih lanjut, Wahid mengungkapkan, dasar hukum dari penertiban PKL tersebut juga tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 tahun 2018 yakni tentang pembinaan dan penataan PKL. Menurutnya dalam perda tersebut kawasan Jalan Kokrosono bukan merupakan kawasan untuk berjualan.

“Sudah kami beri peringatan sejak dulu, namun PKL masih tetap berjualan. Tempat relokasi juga sudah disediakan oleh Dinas Perdagangan akan tetapi pedagang enggan untuk menempatinya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasi (Kasi) Operasi Satpol PP Kota Semarang Sudibyo mengatakan Barang-barang milik pedagang yang disita dapat diambil kembali dengan mengacu pada regulasi yang ada.

“Batas waktu pengambilan barang sitaan itu selama 10 hari, dengan melengkapi berkas seperti surat pernyataan dari RT, RW dan Kelurahan. Akan tetapi jika pedagang terbukti sudah melanggar berulang kali barang sitaan tidak dapat diambil kembali,” Tandasnya.

Lebih lanjut, Sudibyo mengungkapkan, peringatan kepada PKL terkait larangan berjualan di sepanjang pedestrian Jalan Kokrosono sudah sejak 2 tahun lalu. Namun demikian pedagang tidak merespon peringatan tersebut.

“Hari ini kami menindak tegas, karena dasar peringatan untuk PKL sebetulnya sudah sejak dua tahun lalu, namun PKL masih enggan untuk mematuhi aturan bahwa disini (Jalan Kokrosono) tidak diperuntukan untuk berjualan,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pedagang jam tangan, Jumadi meyesalkan tindakan penertiban yang dilakukan oleh Pemkot Semarang. Hal ini mengingat Ia bersama pedagang lain sudah berjualan di tempat tersebut selama puluhan tahun.

“Sangat disesalkan, harusnya tidak dengan penyitaan barang dagangan dan diberi tempat untuk berjualan,” ungkapnya. (El)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here