Home Lintas Jateng Satpol PP Sosialisasikan Larangan Beri Uang Ke PGOT

Satpol PP Sosialisasikan Larangan Beri Uang Ke PGOT

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Semarang bagikan 100 bunga dan 1000 leaflet sosialisasi Perda No. 5 Tahun 2014 tentang larangan memberi uang atau apapun pada  anak jalanan, gelandangan, dan pengemis di Traffic Light.
Satuan Polisi Pamong Praja Kota Semarang bagikan 100 bunga dan 1000 leaflet sosialisasi Perda No. 5 Tahun 2014 tentang larangan memberi uang atau apapun pada anak jalanan, gelandangan, dan pengemis di Traffic Light.

Semarang, 21/5 (BeritaJateng.net) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang bagi-bagikan 100 bunga dan 1000 leaflet kepada pengguna jalan di Traffic Light Bundaran Tugu Muda dan Jalan Pandanaran Semarang dalam rangka mensosialisasikan Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2014 tentang penanganan masalah Anak Jalanan, Pengemis, Gelandangan dan Orang Tua (PGOT).

Dari pantauan BeritaJateng.net, Satpol PP membagikan bunga dan leaflet sembari menjelaskan kepada pengguna jalan baik pengendara motor maupun mobil bahwa Kota Semarang memiliki Perda yang mengatur pemberian pada PGOT di Traffic light.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir mengatakan, sosialisasi Perda No. 5 tahun 2014 ini akan dilakukan berkesinambungan, pada tahap pertama kali ini kami membagikan 1000 leaflet dan 100 bunga pada masyarakat pengguna jalan.

Selanjutnya, pada Minggu berikutnya sosialisasi akan dilanjutkan di Bundaran Kali Banteng, Perempatan Hotel Metro Johar, dan jalan Gajah mada, dimana tempat tersebut merupakan tempat yang terindikasi banyak pengemisnya, gelandangan dan anjal.

“Sebagaimana diketahui Perda ini diluncurkan pada September 2014 lalu. Sehingga, Satpol PP mensosialisasikan pada pengguna jalan dan masyarakat tentang larangan memberikan sesuatu baik uang maupun barang kepada anak jalanan gelandangan pengemis,” katanya.

Dalam perda tersebut, lanjut Kusnandir, apabila ditemui ada masyarakat yang memberi uang pada PGOT maka sanksinya adalah Denda Rp. 1 Juta dan kurungan kurang lebih 3 bulan kurungan.

Bukan hanya itu, menurutnya, bagi koordinator atau penyetir pengemis yang memanfaatkan PGOT untuk meminta minta maka akan di kenakan sanksi yakni denda Rp. 50 juta dan kurungan 3 bulan.

Ia menambahkan, selain melakukan sosialisasi, pihaknya juga akan melakukan Tipiring (tindak pidana ringan) bagi mereka yang setelah dilakukan sosialisasikan namun tetap memberi uang pada pengemis. “Rencananya usai lebaran, masyarakat yang memberi uang pada PGOT di Traffic Light akan kita sidang ditempat dengan melibatkan pengadilan, permasalahan sanksinya apa dan berapa nanti kita serahkan kepada pengadilan,” ungkapnya.

Kedepannya, lanjut Kusnandir, apabila ada masyarakat yang ingin membantu PGOT, dapat menyalurkan kepada yayasan sosial agar lebih terakomodir dan mengena pada kaum dhuafa yang ada di jalan. “Kami yakin jika masyarakat Kota Semarang mematuhi perda ini, tentu mereka (PGOT, Red.) tidak akan ada di jalanan,” katanya. (Bj05)