Home Headline Satpol PP Segel Gerai Starbuck Tak Berizin di Museum Mandala Bhakti

Satpol PP Segel Gerai Starbuck Tak Berizin di Museum Mandala Bhakti

468
Satpol PP Segel Gerai Starbuck Tak Berizin di Museum Mandala Bhakti

Semarang, 12/2 (BeritaJateng.net) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang menyegel gerai Starbucks yang tengah dibangun di Kawasan Museum Mandala Bhakti Tugu Muda Semarang lantaran tak memiliki izin.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, Satpol PP Kota Semarang berupaya menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 2009 tentang bangunan.

Hal tersebut setelah Satpol PP mendapatkan konfirmasi dari Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang Ulfi Imran Basuki dan Dinas Tata Ruang.

“Kita hentikan semua proses pembangunannya, karena tidak memiliki ijin, baik Izin Mendirikan Bangunan maupun izin yang lainnya.
Bangunan gerai Starbucks yang berdiri di lahan Museum Mandala Bhakti Tugu Muda Semarang ini belum berizin. Tolong kalau mau membangun apapun, peraturan harus ditaati,” ujar Fajar.

Fajar mengaku, akan segera memanggil pihak bersangkutan untuk segera melengkapi dan klarifikasi terkait perizinan. “Yang jelas bangunan yang tidak berizin akan kami tutup sementara atau disegel,” imbuhnya.

Ia menyebut upaya Satpol PP Kota Semarang kali ini baru sekedar peringatan, dengan menempelkan stiker pelanggaran Perda. Jika dalam waktu tujuh hari pemilik bangunan Starbucks tidak melangkapi izin maka Satpol PP Kota Semarang berencana memberi garis polisi dan menutup paksa bangunan gerai starbucks tersebut.

“Jangan sampai pelanggaran Perda seperti ini dimaklukmi, yang melanggar di pinggir jalan saja kami tertibkan apalagi bangunan gerai starbucks yang dibangun ditengah kota seperti ini,” jelas Fajar.

Selain tidak memiliki ijin, bangunan Gerai Starbuks Tugu Muda ini berdiri di lahan Cagar Budaya. Pihaknya tidak mempersoalkan mau untuk usaha apapun, asalkan tidak menabrak aturan dari Pemkot Semarang.

“Kita tidak mempersoalkan mau untuk apa asalkan taati aturan Pemkot Semarang, perijinan, IMB dan lain-lain. Bangunan yang tidak memiliki ijin akan kita tutup,” tandas Fajar.

Fajar menambahkan, setelah penyegelan, pihaknya memberikan waktu 7 hari untuk melengkapi proses pembangunan. “Jika dalam kurun waktu 7 hari tidak ada klarifikasi, bangunan kita robohkan,” tandas Fajar.

Tindakan tegas dilakukan karena pembangunan Gerai Starbuks Tugu Muda ini melanggar Perda No. 5 Tahun 2009 tentang bangunan.

Sementara itu mandor bangunan, Somad, saat dilokasi enggan memberikan keterangan, ia mengaku hanya sekedar mengawasi para pekerja bangunan. (El)